Diskominfo Samarinda Siap Buka Server SPMB, Sebut Sistem Zonasi Tak Bisa Dimanipulasi
Ilustrasi SPMB di SMPN 17 Samarinda.-(Ist./ Dok. SMPN 17 Samarinda)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda memastikan sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP jalur zonasi tahun ajaran 2026/2027 memiliki sistem keamanan yang mampu mendeteksi setiap perubahan data.
Diskominfo bahkan siap membuka data server apabila diminta tim pengawas untuk memastikan seluruh proses berlangsung transparan.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul munculnya keluhan masyarakat terkait dugaan perubahan titik koordinat domisili calon peserta didik selama proses SPMB.
Kepala Diskominfo Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah menilai persoalan tersebut bukan berasal dari gangguan aplikasi, melainkan diduga terjadi akibat kesalahan pengisian data atau perubahan yang dilakukan saat proses pendaftaran.
BACA JUGA: Disdikbud Samarinda Tanggapi Aduan Wali Murid soal Zonasi pada SPMB SMP 2026
BACA JUGA: SPMB Samarinda Diprotes, Siswa Palaran Gagal Masuk Sekolah Terdekat dan Harus Menempuh 7,8 Kilometer
"Kami tidak terlibat sama sekali dalam pelaksanaan teknis SPMB. Kalau ada permasalahan terkait proses penerimaan murid, silakan langsung mendatangi tim SPMB," kata Kepala Diskominfo Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah, pada Rabu, 8 Juli 2026.
Syarif menjelaskan, Diskominfo hanya bertugas membangun, mengelola, dan menjaga infrastruktur digital aplikasi SPMB.
Ia memastikan sistem database telah dilengkapi pengamanan berlapis sehingga seluruh aktivitas pengguna terekam secara digital. Setiap perubahan data memiliki jejak elektronik yang dapat ditelusuri kapan saja apabila diperlukan dalam proses pemeriksaan.
"Saya pastikan sistem tidak bisa dimanipulasi untuk mengubah titik koordinat seperti yang beredar. Kalau ada yang mencoba menggeser lokasi, saat diverifikasi pasti akan terlihat karena alamat pada KTP dan titik koordinatnya tidak akan sesuai. Riwayat digitalnya juga akan langsung terbaca," jelasnya.
BACA JUGA: Tak Lolos SPMB, Puluhan Orang Tua Mengadu ke Disdik Samarinda
BACA JUGA: NISN Tak Terbaca Dominasi Aduan SPMB SMA/SMK 2026, Lulusan Luar Kaltim Paling Banyak Kendala
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya masyarakat yang sengaja menggeser titik koordinat agar dapat mendaftar di sekolah tertentu, Syarif mengatakan sistem tetap menyimpan seluruh riwayat perubahan sehingga mudah diketahui saat proses pemeriksaan berlangsung.
"Iya, bisa saja mereka memasukkan sesuai keinginannya. Namun sistem tetap mencatat seluruh riwayat perubahan. Kalau ada pergeseran, semuanya bisa kami lihat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
