Pipa Air Balikpapan Sudah Uzur, Pemkot Sebut Penggantian Belum Bisa Dilakukan Sekaligus
Perbaikan Pipa oleh PTMB di Balikpapan-Istimewa -
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Gangguan distribusi air bersih yang berulang di sejumlah kawasan Balikpapan dinilai tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperbaiki titik kebocoran.
Pemkot Balikpapan mengakui persoalan utamanya berada pada usia jaringan pipa yang sebagian besar telah beroperasi lebih dari tiga dekade. Sementara penggantian menyeluruh masih terkendala kemampuan anggaran.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan sebagian besar jaringan distribusi air yang digunakan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) merupakan pipa yang dibangun sejak era 1980-an.
Seiring bertambahnya usia, material besi yang tertanam di dalam tanah mengalami korosi sehingga lebih rentan mengalami kebocoran.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat gangguan distribusi air tidak selalu dapat dicegah lebih awal karena kerusakan baru diketahui setelah dilakukan penelusuran di lapangan.
"Yang bocor itu berada di dalam tanah. Untuk menemukan titik kebocorannya tidak mudah karena harus ditelusuri terlebih dahulu sebelum dilakukan penggalian dan perbaikan," kata Bagus, pada Rabu 8 Juli 2026.
Ia menjelaskan proses penanganan kebocoran membutuhkan beberapa tahapan.
Tim teknis terlebih dahulu menutup aliran air pada titik tertentu untuk memastikan lokasi kebocoran.
Setelah titik kerusakan ditemukan, barulah dilakukan pembongkaran dan penggantian bagian pipa yang rusak.
BACA JUGA:PKB Desak Pemkot Balikpapan Evaluasi Proyek yang Berhenti di Tahap DED
Oleh sebab itu, waktu normalisasi distribusi air tidak selalu sama.
Apabila kerusakan dapat ditangani dalam waktu singkat, aliran air biasanya kembali normal keesokan harinya.
Namun, apabila kebocoran terjadi pada jaringan utama atau berada di lokasi yang sulit dijangkau, proses perbaikannya dapat memerlukan waktu lebih lama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
