Pelaku Penusukan Penjual Es Teh di Samarinda Berhasil Diamankan, Motif Diduga Sakit Hati
Kasatreskrim Polresta Samarinda, Kompol Rachmat Aribowo-Mayang Sari/ Nomorsatukaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM- Jajaran Satreskrim Polresta Samarinda bersama Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu menangkap pelaku penusukan yang terjadi di Jalan Siti Aisyah, kawasan Teluk Lerong, Kecamatan Samarinda Ulu.
Kasatreskrim Polresta Samarinda, Kompol Rachmat Aribowo mengatakan, pelaku beinisial AM diamankan pada Senin, 6 Juli 2026 malam di rumah pamannya yang berada di Jalan M. Said, Gang Takwa, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.
"Barang bukti juga sudah kami amankan dan sekarang sedang kami proses di Polsek Samarinda Ulu," ujar Rachmat, Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut dia, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan sejak laporan penusukan diterima.
BACA JUGA: Pria 23 Tahun Bobol 6 Toko di Samarinda, Lukai Korban karena Kepergok
Tim gabungan dari Polsek Samarinda Ulu dan Satreskrim Polresta Samarinda melakukan penyelidikan berhasil mengidentifikasi pelaku, serta menelusuri keberadaannya hingga akhirnya berhasil melakukan penangkapan pada malam yang sama.
Pelaku AM, diamankan tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Polsek Samarinda Ulu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyidik menduga aksi penusukan dipicu persoalan pribadi antara pelaku dan korban.
"Motifnya sakit hati terhadap korban. Mungkin ada rasa cemburu atau sakit hati. Motifnya sementara itu," ucap Rachmat.
Meski demikian, kepolisian belum mengambil kesimpulan akhir mengenai motif tersebut. Penyidik masih mencocokkan pengakuan pelaku dengan keterangan para saksi, serta barang bukti yang telah diamankan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa.
Sementara korban hingga kemarin masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka yang dideritanya. "Korban masih dirawat di rumah sakit," kata Rachmat.
Ia membenarkan, korban mengalami luka tusuk pada bagian dada. Polisi belum merinci kondisi kesehatan korban karena masih menunggu perkembangan dari tim medis yang menangani.
Rachmat mengatakan, pihaknya juga masih mendalami hubungan antara pelaku dan korban guna memastikan latar belakang perselisihan yang berujung pada aksi penusukan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
