Mahasiswa Samarinda Peringati Hari Bumi 2025, Kritisi Penggunaan Energi Fosil
Aksi bentang spanduk di wilayah bekas lumang tambang di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Samarinda.-XR Bunga Terung.-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Tiga organisasi lingkungan dan mahasiswa memeringat Hari Bumi 2025 yang jatuh pada Senin (22/4/2025) lalu.
Mereka adalah XR Kaltim Bunga Terung, IMAPA Universitas Mulawarman, dan MAPALA Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.
Dengan mengangkat tema global "Our Power, Our Planet", para aksi masa menyatakan bahwa Hari Bumi seharusnya menjadi ajang untuk memperkuat komitmen bersama.
Terutama dalam melindungi lingkungan, mendorong transisi energi terbarukan, serta menjaga keberlanjutan bumi dan seluruh isinya
BACA JUGA:Deforestasi 2024 Didominasi Konsesi Berizin, Pertambangan Seluas 38.615 Hektare
BACA JUGA:Jalan Nasional Dipakai Hauling, DPRD Kaltim Minta Perusahaan Tambang Bertanggung Jawab
"Lubang tambang ini bukan hanya sekadar lubang di tanah. Ia adalah simbol dari ketidakadilan, ketidakpedulian, dan kebohongan besar industri ekstraktif yang terus diulang dari tahun ke tahun," ucap Winda dari perwakilan XR Kaltim Bunga Terung dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/4/2025).
Berdasarkan catatan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, sejak 2011 ada 51 orang tewas akibat tenggelam di lubang tambang batubara yang dibiarkan terbuka, sebagian besar adalah anak-anak.
Di Samarinda sendiri, terdapat ratusan lubang yang belum direklamasi, sementara di tingkat provinsi jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan ribu.
Salah satu wilayah terdampak yang disorot dalam aksi adalah Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan
BACA JUGA:Unmul Bantah Isu Kerja Sama Tambang Batu Bara di Hutan Pendidikan, Rektor: Tidak Ada Izin!
BACA JUGA:Aktivitas Tambang Lewat Jalan Umum, Gubernur Janji Segera Bersikap
Daerah yang dulunya dikenal sebagai lumbung pangan Samarinda kini mengalami kerusakan parah akibat tambang.
Winda mengungkapkan, sawah warga sering terendam banjir lumpur tambang saat musim hujan, dan kekeringan saat kemarau.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

