Saatnya Memulai Hidup Hemat saat PPN Naik Tahun 2025, Cek Tipsnya

Saatnya Memulai Hidup Hemat saat PPN Naik  Tahun 2025, Cek Tipsnya

Ilustrasi hidup hemat.-istimewa-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM- Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Indonesia bakal naik 12 persen pada 2025 membuat masyarakat mengajak untuk frugal living alias hidup hemat atau hidup irit.

Ajakan untuk menerapkan frugal living atau gaya hidup hemat saat kenaikan pajak 12 persen menggema di media sosial X (Twitter).

Seperti dikutip Disway.id dari akun @us**, "Boikot pemerintah alur frugal living struktural. Cermat dengan pengeluaran, beli di warung tetangga/pasar dekat rumah, buat daftar barang-barang berpajak yang  dicari alternatif, minimalkan konsumsi."

Untuk diketahui, frugal living adalah gaya hidup yang bertujuan untuk hidup hemat dan irit, dengan cara mengurangi pengeluaran dan membeli barang yang benar-benar dibutuhkan.

BACA JUGA: Banyak Anak di Indonesia Kekurangan Vitamin D, Ini Sumber untuk Memenuhinya

Istilah ini sudah ada sejak tahun 1930-an, saat itu frugal living merupakan pilihan yang terpaksa diambil akibat kelangkaan bahan baku.

Saat ini, frugal living lebih menunjukkan sikap hidup yang bijaksana, terutama dalam soal pengeluaran dan konsumsi.

Banyak orang memilih hidup frugal demi berbagai tujuan, mulai dari memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga menabung untuk masa tua.

Beberapa manfaat dari frugal living, di antaranya: meningkatkan tabungan, mengurangi utang, membantu mencapai kebebasan dan tujuan finansial, baik untuk lingkungan karena semakin sedikit barang yang dibeli.

BACA JUGA: Hobi Mancing untuk Pemula (Bagian 4): Ragam Teknik Memancing dan Target Ikan yang Cocok

Dalam hal ini hidup hemat bukan berarti pelit kepada diri sendiri, melainkan seseorang akan membuat pertimbangkan pada setiap biaya yang dikeluarkan dan fokus pada prioritas keuangan.

 

Frugal living bisa diterapkan saat pemerintah mulai menaikkan PPN 12 persen pada tahun 2025. Selain menerapkan gaya hidup hemat, frugal living juga bisa mengurangi kebiasaan konsumtif hingga membuat seseorang menabung untuk masa depan.

Selain itu, dengan gaya hidup ini seseorang juga dapat mengirit keuangan dan menghindari pengeluaran yang berlebihan.

Bagi Anda yang ingin menerapkan gaya hidup frugal living saat PPN naik 12 persen, ini tipsnya;

BACA JUGA: Hobi Mancing untuk Pemula (Bagian 3): Ragam Jenis Tali/ Senar Pancing dan Karakternya

1. Catat Pengeluaran

Sebelum mulai menerapkan frugal living, penting untuk mengetahui pengeluaran yang biasa dibelanjakan.

Anda bisa mencatat kebutuhan dan keinginan dalam aplikasi pengelola keuangan atau membuat tabel. Dengan begitu, Anda akan mengetahui setiap pengeluaran dari kebutuhan dan keinginan.

2. Batasi Pengeluaran

Jika sudah mencatat pengeluaran dari setiap kebutuhan dan keinginan, Anda dapat membatasi pengeluaran yang ada. Misalnya, Anda membatasi pengeluaran untuk membeli baju yang semula Rp1 juta per bulan menjadi Rp500 per bulan.

BACA JUGA: Hobi Mancing untuk Pemula (Bagian 2): Ragam Jenis Joran Pancing dan Penggunaannya

Anda juga bisa memasak sendiri dan mengurangi beli di luar karena dapat memotong pengeluaran makan hingga 50 persen.

3. Prioritaskan Kebutuhan

Membedakan kebutuhan dan keinginan penting untuk dilakukan. Anda harus pintar-pintar membedakan pengeluaran yang diperlukan dan yang tidak perlu.

Memprioritaskan yang diperlukan terlebih dahulu penting untuk dilakukan, seperti membayar listrik, melunasi biaya ewa, hingga kebutuhan harian (bensin, obat-obatan,hingga makanan).

4. Jangan Beli Barang yang Tidak Perlu

BACA JUGA: Hobi Mancing untuk Pemula (Bagian 1): Ragam Jenis Rel Pancing dan Kegunaannya

Banyak dari masyarakat yang kerap membeli barang yang tidak diperlukan. Untuk menerapkan frugal living, Anda bisa mulai merencanakan dengan benar-benar yang dibutuhkan agar tidak terjadi pemborosan pengeluaran secara berlebihan.

5. Manfaatkan Diskon

Memanfaatkan diskon bisa Anda lakukan saat berbelanja. Jangan malu untuk menggunakan kupon hingga berburu diskon agar membuat kamu lebih hemat.

Kendati demikian, jangan belanja berlebih saat musim diskon atau flash sale besar-besaran. Anda harus tetap membeli barang yang dibutuhkan saja agar pengeluaran tidak jadi boros.

6. Jual Barang yang sudah Tidak Digunakan

BACA JUGA: 'Jam Koma' Banyak Menyerang Gen Z, Apa itu Sebenarnya?

Jika memiliki barang yang sudah tidak digunakan, Anda bisa menjualnya. Dengan menjual barang yang sudah tidak digunakan, maka Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk menambah tabungan masa depan.

7. Cari Opsi Produk Bekas

Tak ada salahnya untuk membeli produk bekas. Biasanya produk bekas dijual dengan harga murah dibanding kondisi baru. Namun, Anda harus pintar untuk memilihnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: