Jumlah Anak Tidak Sekolah Capai 4 Ribu, Disdik Berau Koordinasi Lintas Instansi
Ilustrasi anak sekolah.-istimewa-
BERAU, NOMORSATUKALTIM - Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Berau hingga saat ini masih tinggi, yakni mencapai 4 ribu anak.
Sekretaris Disdik Berau, Ali Syahbana mengatakan, kategori ATS tidak hanya terbatas pada anak yang sama sekali belum pernah mengenyam pendidikan.
Di dalamnya juga termasuk anak yang pernah sekolah namun berhenti di tengah jalan, serta anak yang lulus dari satu jenjang tetapi tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya.
“Anak tidak sekolah itu sudah termasuk mulai dari awal tidak sekolah sama sekali. Kemudian, anak yang mungkin pernah bersekolah tapi berhenti, dan anak yang tidak melanjutkan sekolah,” kata Ali, Kamis, 1 Januari 2026.
BACA JUGA: Disdik Berau Percepat Penuntasan Masalah Anak Tidak Sekolah Hingga Pelosok
Kondisi tersebut membuat pihaknya heran, sebab setiap tahun Disdik selalu meminta pertanggungjawaban dari satuan pendidikan terkait keberlanjutan siswa setelah lulus.
“Setiap tahun itu kami minta pertanggungjawaban dari sekolah, ada enggak anak yang tidak melanjutkan. Tapi rata-rata sekolah menjawab semua melanjutkan,” ujarnya.
Namun, realitanya tidak selalu sejalan dengan laporan administrasi. Disdik menduga ada anak yang berhenti sekolah di tengah jalan tanpa melapor, atau lulusan SMP yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Untuk memastikan data dan menelusuri penyebabnya, Disdik Berau kini menggencarkan kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
BACA JUGA: Bahasa Banua jadi Muatan Lokal, Disdik Berau Tunjuk 5 Sekolah sebagai Pilot Project
Sejumlah instansi yang dilibatkan antara lain Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Bapelitbang.
“Kerja samanya untuk mengurangi anak ATS ini. Jadi ATS akan terus diupayakan supaya jumlahnya semakin sedikit,” imbuhnya.
Upaya pengurangan ATS juga telah dimasukkan ke dalam master plan pendidikan Berau tahun 2026–2030.
"Targetnya pun jelas, pada 2030 nanti diharapkan tidak ada lagi anak usia sekolah yang berada di luar sistem pendidikan," harapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

