
Meskipun sempat merasa lebih baik setelah mandi air hangat, ia tetap memutuskan untuk menemui dokter untuk konsultasi.
BACA JUGA: Amankah Ngopi saat Sahur? Simak Penjelasan Ahli Gizi Berikut Ini agar Tetap Lancar Berpuasa
BACA JUGA: Penelitian: Puasa Bermanfaat bagi Kesehatan Tubuh
Saat berada di klinik, Nikki menjelaskan gejala yang ia alami dan bertanya apakah ia perlu segera pergi ke unit gawat darurat (UGD).
Dokternya menyarankan agar ia pergi ke rumah sakit jika gejala tersebut muncul kembali, karena pada saat pemeriksaan ia tidak menunjukkan tanda-tanda serangan yang mencolok.
Saat Serangan Terjadi
Sepulang dari klinik, Nikki mampir untuk makan siang.
Namun, begitu keluar dari restoran, gejalanya kembali menyerang dengan lebih intens.
BACA JUGA: Pemanis Buatan dalam Soda Diet Ternyata Meningkatkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke
BACA JUGA: Mudah Ditanam di Rumah, Berikut Manfaat Daun Seledri untuk Kesehatan Ginjal
Kali ini, rasa nyeri di lengan kiri semakin parah, dadanya terasa seperti diremas kuat, dan ia mulai berkeringat deras. Sensasi mual kembali muncul, dan lengan kirinya mulai mati rasa.
Dalam keadaan panik, ia langsung menuju rumah sakit yang berada di dekatnya.
Beruntung, seorang perawat di UGD segera mengenali tanda-tanda serangan jantung dan langsung menangani kondisinya.
Respons cepat tersebut akhirnya menyelamatkan nyawanya.
BACA JUGA: Hipertensi jadi Masalah Baru Bagi Remaja, Salah Satunya Disebabkan Malas Gerak
BACA JUGA: Berikut ini Tips Agar Tetap Bugar Menjelang Puasa Ramadan
Pelajaran dari Pengalaman Ini
Video yang dibagikan Nikki di TikTok mendapatkan lebih dari 410.000 suka, dengan banyak orang yang berterima kasih karena ia telah berbagi informasi yang bisa menyelamatkan nyawa.