Bankaltimtara

Korban Dugaan Penganiayaan oleh Mantan Dosen akan Laporkan Pelaku ke Polisi

Korban Dugaan Penganiayaan oleh Mantan Dosen akan Laporkan Pelaku ke Polisi

Pelaku dugaan penganiayaan berinisial MD (kiri) dan korbannya (kanan), yang dilakukan di Balikpapan.-istimewa-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Beredar video di sosial media berdurasi kurang lebih 20 detik, menampilkan seorang pria melakukan dugaan aksi penganiayaan terhadap kekasihnya  dan dilakukan di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Menanggapi video yang beredar luas tersebut, Kasi Humas Polresta Balikpapan, Ipda Sangidun menyatakan pihaknya belum menerima laporan terkait dugaan kekerasan yang melibatkan sepasang kekasih tersebut.

"Belum ada," singkat Sangidun melalui pesan teks, Jumat (11/4/2025).

Namun begitu, ia mengatakan bahwa kepolisian membuka diri untuk laporan dugaan kekerasan sebelum melanjutkan ke tahap penyelidikan.

Dikonfirmasi terpisah, kakak korban yakni Wiwi Astuti (25) membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa pihak keluarga akan melaporkan pelaku ke pihak kepolisian setelah kondisi korban membaik.

BACA JUGA : Mahasiswi Asal Nunukan Diduga Alami Kekerasan oleh Pacar, Pelakunya Dosen di Samarinda

Kepada Nomorsatukaltim, Wiwi menjelaskan bahwa peristiwa terjadi pada 5 Maret 2025 lalu, bermula dari selisih pendapat antara korban dan pelaku berinisial MD mengenai rekan perempuan pelaku di kantor.

Saat korban tiba di Balikpapan, MD menjemput dan membawanya ke kontrakan miliknya, di Jalan Markoni Dalam, Kelurahan Damai, Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Di sana, MD kembali memicu pertengkaran, namun korban memilih mengabaikannya dan segera menunaikan salat Magrib.

Usai salat, korban yang tengah melipat mukena menyatakan niat untuk menelepon temannya agar dijemput.

BACA JUGA : Tempuh Jalur Hukum, Unmul Bersiap Kumpulkan Bukti Pengerusakan Lahan KRUS

Pernyataan itu justru memicu amarah MD yang langsung mencekik korban.

“Adik saya bilang kalau hendak mau menelepon teman untuk menjemput. Akhirnya MD marah dan langsung mencekik,” kata Wiwi saat dihubungi Nomorsatukaltim, Jumat (11/4/2025).

Korban mencoba menghubungi temannya melalui ponsel, namun MD merampas perangkat tersebut dan hendak merusaknya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: