Bankaltimtara

Harga Kakao Terus Naik, Petani di Kampung Laham Mahulu Berharap Bantuan Suplai Bibit

Harga Kakao Terus Naik, Petani di Kampung Laham Mahulu Berharap Bantuan Suplai Bibit

Ilustrasi kakao.-istimewa -

MAHULU, NOMORSATUKALTIM- Semenjak mendapat pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu), petani kakao di Kampung Laham, Kecamatan Laham, semakin bersemangat dalam membudidayakan kakao.

Hal ini diakui Petinggi Kampung Laham Stephanus Wan, saat dikonfirmasi terkait perkembangan pengelolaan kebun kakao di wilayahnya.

Menurutnya, motivasi para petani bergelut di sektor perkebunan kakao juga dipicu karena harganya semakin tinggi, bahkan per kilogram mencapai Rp100 ribu lebih.

"Harganya lumayan bagus. Kami berharap program ini terus dilanjutkan. Semoga pemerintah terus membantu menjalin komunikasi dengan pembeli kakao asli Mahulu," kata Stephanus, Sabtu (22/2/2025).

BACA JUGA: Pembangunan Gereja Santo Bonifasius di Mahulu Lanjut Tahap Kedua, Butuh Anggaran Rp 19 Miliar

BACA JUGA: Pemkab Mahulu Salurkan ADK Rp 128 Miliar untuk 50 Kampung

Diakuinya petani di Laham juga mengharapkan adanya bantuan suplai bibit dan pendampingan dalam budidaya kakao.

Apalagi produksi kakao di Laham telah menarik perhatian perusahaan asal negara Kanada.

Permintaan terhadap kakao di Mahulu juga cukup besar, namun harus melalui proses seleksi yang sangat ketat.

Sayangnya, petani di Laham belum mampu memenuhi standar tersebut sepenuhnya.

"Kami berharap dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mahulu," ucapnya.

BACA JUGA: Mahulu Targetkan Kemiskinan Turun Jadi 10 Persen di 2025, Stunting Jadi Prioritas

BACA JUGA: Meski Ada Pemangkasan Anggaran, PUPR Mahulu Pastikan Pembangunan Infrastruktur Tidak Terkendala

Sebelumnya, Wakil Bupati Mahulu, Yohanes Avun, berharap agar masyarakat dapat mengelola komoditas yang kini tengah berkembang.

"Satu diantara potensi yang bisa membawa dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat adalah sektor perkebunan, khususnya kakao," ujar Avun.

Masyarakat yang memiliki pengalaman dalam budidaya kakao diminta berbagi ilmu dengan petani lainnya karena pemahaman yang lebih dalam dari penyuluh maupun petani berpengalaman akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao Mahulu.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kakao, Pemkab Mahulu telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan USAID-SEGAR dan Pipiltine Cocoa untuk program kakao berkelanjutan di Mahulu.

BACA JUGA: Punya Peluang Besar, Wabup Mahulu Dorong Masyarakat Tekuni Budidaya Kakao

BACA JUGA: Wabub Mahulu Sarankan Pengolahan Kakao Dilakukan Melalui BUMK

Kerja sama yang berlangsung sejak Mei 2023 hingga April 2025 itu bertujuan memperkuat pengelolaan dan pemasaran kakao serta meningkatkan akses pasar bagi petani lokal.

Langkah konkret dalam MoU tersebut adalah pengusulan Indikasi Geografis Single Origin untuk kakao Mahulu.

Sekretaris Kabupaten Mahulu, Stephanus Madang menyebut pengusulan indikasi geografis ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing kakao Mahulu di tingkat nasional maupun internasional.

"Dengan demikian, pendapatan petani kakao di Mahulu akan meningkat secara signifikan," kata Madang.

BACA JUGA: Realisasi Wacana Pembangunan Pabrik Kakao, Pemkab Berau Berupaya Datangkan Investor dari Jepang

BACA JUGA: Bupati: Kakao Berau Jadi Rebutan Pasar Luar Negeri

Diketahui, varietas tanaman kakao memang memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat sebagai sumber pendapatan petani dan penciptaan lapangan kerja.

Pemkab Mahulu terus mendorong kakao sebagai komoditas unggulan dalam sektor perkebunan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: