Leg Kedua Lawan Madura United, Borneo FC Siap Balikan Keadaan

-X/@BorneoSMR-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Kekalahan Borneo FC pada leg pertama atas Madura United membuat Pieter Huistra mengevaluasi tim secara menyeluruh. Pieter berjanji akan mengubah keadaan pada leg kedua nanti.
Pieter mengungkap kondisi skuadnya masih banyak diterpa cedera. Hal itu menjadi alasan di balik kekalahan pada leg pertama divisi champhionship series, Rabu 15 Mei 2024 lalu.
Menerut Pieter Huistra dalam leg pertama kemaren, dia mengakui skuad asuhnya tampak kesulitan membangun serangan, karena pada babak pertama Madura tampil dominan.
“Saya rasa dalam pertandingan pada Leg pertama ini dibagi menjadi dua bagian, babak pertama Madura United sangat kuat, sehingga kami hampir tidak punya celah dalam membangun serangan,” ungkap Piter Huistra.
BACA JUGA:Pompa Moral Bertanding, Pusamania Berencana Geruduk Borneo FC
Skuad asunya hampir tidak memberikan ancaman yang berarti pada jantung pertahanan Laskar Sappe kerap. Meskipun lini serang Borneo FC dihuni pemain andalan mereka, seperti Stefano Lilipalya, Cadenazii, Sihran dan Terens Puhiri. Mereka mengalami kesulitan pada babak pertama.
Memasuki babak kedua, Pieter Huistra mengganti skema permainannya, dengan memasukan para pemain tengahnya, sampai Lilipaly dan M Sihran ditarik dan digantikan oleh Hendro Siswanto dan Wiljan Pluim. Masuknya dua pemain gelandang ini, justru membuat perubahan yang baik dalam skmea serangan yang dijalan Pesut etam.
“Hingga pada jeda babak, kami harus membuat dua perubahan. Saya rasa di babak kedua kami bisa mengontrol sepenuhnya,” ucap Pieter.
Pieter Huistra membuat skema serangan Borneo tidak lagi mengandalkan dari sektor sayap, melainkan menggunakan lini tengah.
“Jika kalian melihat dengan baik, kami masih mempunyai satu orang pemain saya di babak kedua. Secara normal, Terens adalah pemain sayap satu-satunya. Sisanya kami membutuhkan pemain tengah yang ekstra. Kami harusya bisa mengambil lebih banyak keuntungan di babak kedua tadi,” jelas pelatih berpaspor Belanda itu.
Hingga petaka terjadi bagi Borneo FC, Pieter Huistra sangat menyangkan keputusan yang diambil Taufany saat mengantisipasi Afrisal di kotak penalti Pesut etam. Hingga membuat Pesut etam harus kalah dari tendangan kotak penalti Hugo Gomes (Jaja).
BACA JUGA:Borneo FC Dipaksa Telan Pil Pahit oleh Madura United pada Leg 1 Championship Series
“Sangat disayangkan adanya penalti itu. Sebenarnya itu tidak terlalu dibutuhkan (pelanggaran yang dilakukan Taufany,red), hingga akhirnya penalti itu terjadi,” ungkap Pieter.
Namun, Pieter Huistra berjanji untuk bisa membalikan keadaan pada leg kedua nati di Stadion Batakan, Balikpapan pada Minggu 19 Mei 2024 mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: