Kenangan Isran Dapatkan Dana Karbon dari Negara Maju:

Kenangan Isran Dapatkan Dana Karbon dari Negara Maju:

Gubernur Kaltim Isran Noor (kiri) saat berbicara mengenai bisnis karbon. -(istimewa)-

Samarinda, nomorsatukaltim - Gubernur Kaltim Isran Noor buka-bukaan terkait awal mula kompensasi jual beli karbon di Bumi Etam. Katanya, bisnis ini dulunya dianggap sebelah mata

Memang pencanangan pertama bisnis ini dimulai pada periode kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak. Dimana sekarang Kaltim mendapatkan kompensasi berbasis kinerja, atau result based payment (RBP) dari program FCPF Carbon Fund Bank Dunia.

"(Bisnis) karbon memang di masa Pak Awang, tapi tidak dihitung menjadi uang. Karena pada waktu itu yang penting adalah menjaga lingkungan dengan progran  Kaltim Green," ujar Isran belum lama ini. 

Ya, di era Awang Faroek, program Kaltim Hijau atau Kaltim Green dimulai. Di kepemimpinannya, Awang Faroek membuat peraturan daerah dan peraturan gubernur yang mengatur tentang mitigasi pemanasan global dan lingkungan. Termasuk peraturan gubernur terkait perkebunan berkelanjutan. Nah, karena periode Awang tidak menangkap peluang menambah pundi-pundi uang dari situ, Isran bertindak cepat. 

Ia bilang sejumlah negara maju sebenarnya ingin memberikan kompensasi. Sejak bertahun-tahun lalu. Seperti di Oslo, Norwegia hingga di Paris. Tapi peluang itu tidak ditindaklanjuti oleh Pemprov Kaltim kala itu. "Pak Awang dulu tidak melihat itu," sebut Isran. 

Isran menyebut angka RBP (Result based payment) saat ini adalah 20,9  juta US dollar. Harga per ton 5 US Dollar. Sehingga total dana RBP yang berhak diterima adalah 110 juta US Dollar atau sekitar 1,6 triliun. "Memang saat ini masih kecil, tapi enggak papa," imbuhnya. 

Cerita lainnya adalah ketika dirinya berada di Glasgow, Celtic. Di hadapan para pemimpin dunia yang membahas mengenai karbon, beberapa negara sempat tidak ingin berikan kompensasi. Isran tidak kehabisan akal. Ia berkata di forum itu, bahwa ia akan membakar hutan di Kalimantan kalau negara-negara maju tidak mau membayar dana kompensasi. 

"Pulang dari itu saya dapat surat bahwa negara-negara itu akan membayar. Itu strategi, jangan mau kita dimainkan sama barat," tegasnya. 

Kini Isran secara resmi sudah menanggalkan jabatannya sebagai gubernur per 30 September hari ini. Jabatan gubernur akan diambil alih oleh penjabat sementara (Pj) yang ditunjuk oleh presiden. (boy)

 

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: