Jalan Rusak Hambat Ekonomi Jempang, DPRD Kutai Barat Desak Pemerintah Bergerak
Anggota DPRD Kutai Barat, Henrik-Eventius/Nomorsatukaltim-
KUTAI BARAT, NOMORSATUKALTIM –Anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Henrik mendorong pemerintah daerah untuk segera menuntaskan pembangunan jalan menuju Kampung Muara Ohong, Kecamatan Jempang.
Jalan ini dinilai sangat penting karena menjadi akses utama masyarakat menuju wilayah Tanjung Isuy dan kampung-kampung lain di sekitar Danau Jempang.
Menurut Henrik, keinginan masyarakat untuk melihat jalan Muara Ohong selesai dibangun sudah berlangsung lama.
Jalan tersebut bukan hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga penopang utama aktivitas ekonomi, sosial, dan pariwisata di kawasan Jempang.
BACA JUGA: Wisata Alam Siluq Ngurai Kian Dikenal, Sayang Akses Jalan Belum Memadai
“Penuntasan pembangunan jalan Muara Ohong sangat diharapkan masyarakat. Kita harap pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunannya,” ujar Henrik kepada NOMORSATUKALTIM di Sendawar, Rabu 29 Oktober 2025.
Politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) III ini menjelaskan, hampir setiap kali ia melakukan kegiatan reses di wilayah Jempang, masyarakat selalu menyinggung persoalan yang sama, yakni jalan rusak dan belum rampung.
“Pada saat saya melaksanakan reses beberapa minggu lalu, penuntasan jalan Muara Ohong ini menjadi aspirasi mayoritas masyarakat di sana,” ungkapnya.
Henrik menjelaskan, dari hasil pengamatannya di lapangan, kondisi jalan yang belum tuntas diperkirakan sepanjang 2 kilometer.
BACA JUGA: Pemeliharaan Jalan Sumber Sari–Sekolaq Oday Kubar Tuntas, Warga: Kami Tak Lagi Waswas Melintas
Jalur yang rusak parah membentang dari Simpang Tanjung Jone hingga ke Kampung Muara Ohong. Kerusakan itu, kata dia, sudah berlangsung lama dan sangat mengganggu aktivitas warga, terutama ketika musim hujan tiba.
“Kalau hujan, kendaraan sulit melintas karena becek dan licin. Saat kemarau pun berdebu tebal. Kondisi seperti ini jelas menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian maupun perikanan,” tutur Henrik.
Ia menambahkan, jalan tersebut sejatinya bukan hanya menghubungkan dua kampung, tetapi juga membuka jalur yang mempersingkat waktu tempuh antarwilayah di Kecamatan Jempang.
Jalan itu sekaligus menjadi tumpuan bagi sektor ekonomi masyarakat yang sebagian besar bergantung pada hasil bumi dan wisata Danau Jempang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

