Tak Ada Perbaikan, Warga Blokir Jalan Nasional di Kutai Barat yang Rusak Parah
Warga menutup sementara Jalan Nasional Simpang Raya menuju akses RS Harapan Insan Sendawar.-Eventius Suparno-
KUTAI BARAT, NOMORSATUKALTIM –Jalan Nasional yang menghubungkan Simpang Raya menuju Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar (RS HIS), Kabupaten Kutai Barat, ditutup sementara oleh warga pada Sabtu (3/1/2026).
Penutupan dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang rusak parah dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat, terutama pengguna jalan umum dan kendaraan darurat.
Dari pantauan di lapangan, puluhan warga tampak berjaga di sejumlah titik penutupan. Aparat kepolisian dari Polres Kutai Barat turut melakukan pengamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Sejumlah kendaraan roda empat, khususnya kendaraan angkutan perusahaan, diarahkan untuk putar balik, sementara kendaraan masyarakat umum masih diperbolehkan melintas secara terbatas.
BACA JUGA: Bapenda Yakin Realisasi PAD Kutai Barat Berpeluang Lampaui Target
Ketua RT 1 Kampung setempat, Ironius, mengatakan penutupan jalan ini bukan tindakan spontan, melainkan bentuk kekecewaan warga atas tidak ditindaklanjutinya kesepakatan bersama antara masyarakat dan pihak perusahaan yang telah dilakukan hampir setahun lalu.
“Ini menindaklanjuti hasil pertemuan kami di Hotel Sidodadi tanggal 13 Februari 2025. Saat itu sudah ada kesepakatan dengan beberapa perusahaan yang paket villagenya berada di wilayah sini. Tapi dari Februari sampai hari ini, belum ada tindakan nyata dari beberapa perusahaan tersebut. Makanya kami ambil sikap,” ujar Ironius di lokasi penutupan jalan.
Ironius menegaskan, kondisi jalan nasional tersebut sudah sangat memprihatinkan dan kerap memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor dan ibu-ibu yang melintas setiap hari.
Lubang besar, permukaan jalan bergelombang, dan genangan air saat hujan dinilai menjadi ancaman serius bagi keselamatan.
BACA JUGA: Capaian Pengungkapan Kasus Kriminal Polres Kutai Barat Tahun 2025 Turun Menjadi Hanya 59 Persen
“Kasihan masyarakat, ibu-ibu sering jatuh, kendaraan rusak. Kita bisa lihat sendiri kondisi lapangannya seperti apa. Jalan ini bukan hanya untuk perusahaan, tapi jalan rakyat juga,” katanya.
Ia menepis anggapan bahwa aksi penutupan jalan ini bertujuan menghambat aktivitas perusahaan. Menurutnya, warga justru ingin tercipta kenyamanan bersama antara masyarakat dan pihak perusahaan.
“Tindakan kami ini bukan untuk mengganggu perusahaan. Tidak ada niat menghambat operasional. Justru kami minta perhatian supaya jalan ini diperbaiki. Demi kelancaran perusahaan juga, dan masyarakat juga enak lewat,” tegas Ironius.
Penutupan jalan dilakukan di sepanjang ruas yang dinilai paling rusak, mulai dari depan kawasan Sinabung hingga Lampung Merah. Di sepanjang jalur tersebut, warga memasang penjagaan dan melakukan penyekatan terhadap kendaraan angkutan berat, khususnya truk CPO.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

