Bankaltimtara

Bapenda Yakin Realisasi PAD Kutai Barat Berpeluang Lampaui Target

Bapenda Yakin Realisasi PAD Kutai Barat Berpeluang Lampaui Target

Kepala Bapenda Kutai Barat, Philip Silitonga.-istimewa-

KUTAI BARAT, NOMORSATUKALTIM Kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kutai Barat sepanjang tahun anggaran 2025 menunjukkan tren yang stabil dan menjanjikan.

Memasuki awal Januari 2026, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menilai realisasi pendapatan daerah berada pada jalur yang tepat untuk memenuhi target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Bapenda menetapkan target PAD Tahun 2025 sebesar Rp240,9 miliar.

Berdasarkan data terakhir hingga 19 Desember 2025, realisasi PAD telah mencapai Rp236,9 miliar atau setara 98,35 persen dari target tersebut.

BACA JUGA: Hampir Setahun Mandek, Kasus Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bupati Berau Masih Tahap Penyelidikan

Angka ini belum bersifat final karena masih terdapat penerimaan yang masuk hingga penutupan buku akhir tahun.

Kepala Bapenda Kutai Barat, Philip Silitonga, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil perhitungan setelah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Ia menegaskan, proses pencatatan pendapatan masih terus berjalan hingga akhir Desember dan awal Januari 2026.

“Realisasi ini dihitung setelah perubahan APBD. Pendapatan sampai 31 Desember 2025 bahkan yang masuk di awal Januari 2026 masih dalam proses rekonsiliasi,” ujar Philip, saat dikonfirmasi, Jumat 2 Desember 2026.

BACA JUGA: Bahayakan Pengendara Karena Parkir Sembarangan, Dishub Samarinda Tertibkan Kontainer di Ringroad I

Menurutnya, berdasarkan tren penerimaan dan prediksi yang telah disusun sebelumnya, target PAD 2025 sangat realistis untuk dicapai secara penuh.

Ia menyebutkan, beberapa jenis pajak dan retribusi memang kerap gagal mendekati anggaran akhir tahun.

“Secara realistis, berdasarkan prediksi yang sudah kami tetapkan, kami meyakini target PAD 2025 ini sangat mungkin tercapai 100 persen,” katanya.

Philip menjelaskan, sumber PAD Kutai Barat berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta PAD lain-lain yang sah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: