Bankaltimtara

Misa dan Perayaan Natal Oikumene Kutai Barat, Uskup Tekankan Peran Keluarga sebagai Jalan Keselamatan

Misa dan Perayaan Natal Oikumene Kutai Barat, Uskup Tekankan Peran Keluarga sebagai Jalan Keselamatan

Misa dan Perayaan Natal di Gereja Katolik Paroki Santo Thomas Aquinas, Sendawar, Kutai Barat.-(Disway Kaltim/ Eventius)-

KUTAI BARAT, NOMORSATUKALTIM – Misa dan Perayaan Natal Oikumene Kabupaten Kutai Barat (Kubar) digelar dengan penuh khidmat di Gereja Katolik Paroki Santo Thomas Aquinas, Katolik Center, Sendawar, Selasa 30 Desember 2025. 

Kegiatan ini mengangkat tema "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga" dan diikuti oleh umat Kristiani lintas denominasi dari berbagai wilayah di Kutai Barat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Misa Natal pada pukul 17.00 Wita, kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Natal Oikumene pada pukul 20.00 Wita. Ibadah dan perayaan tersebut dipimpin langsung oleh Yustinus Harjosusanto, Uskup Keuskupan Agung Samarinda.

Dalam khotbahnya, Yustinus Harjosusanto menegaskan bahwa kelahiran Yesus Kristus merupakan tanda nyata kehadiran Allah di tengah kehidupan manusia, khususnya dalam keluarga. Menurutnya, keluarga adalah ruang pertama di mana iman, kasih, dan harapan bertumbuh serta diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

BACA JUGA: Natal di Berbagai Dunia, Doa untuk Wujudkan Perdamaian di Wilayah Dilanda Konflik

BACA JUGA: Penjualan Pernak-pernik Natal di Samarinda Naik hingga 50 Persen

“Allah memilih hadir dalam keluarga sederhana di Nazaret untuk menunjukkan bahwa keselamatan dimulai dari keluarga. Dari sanalah kasih, pengampunan, dan kepercayaan kepada Tuhan dibangun,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tema Natal tahun ini menjadi sangat relevan dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini, di mana keluarga dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari persoalan ekonomi, tekanan sosial, hingga krisis relasi antaranggota keluarga. Dalam situasi tersebut, kehadiran Allah menjadi sumber kekuatan dan pengharapan.

“Ketika keluarga membuka diri terhadap kehadiran Tuhan, maka keluarga tidak mudah runtuh oleh persoalan. Justru dari iman itulah lahir keteguhan untuk saling menopang dan berjalan bersama,” kata Yustinus Harjosusanto.

Lebih lanjut, ia mengajak umat untuk menjadikan Natal sebagai momentum pembaruan hidup, bukan sekadar perayaan seremonial tahunan. Natal, menurutnya, harus tercermin dalam sikap hidup sehari-hari, terutama dalam relasi di dalam keluarga.

BACA JUGA: 2.500 Jemaat Diperkirakan Hadir dalam Misa Malam Natal di Gereja Santa Teresia Balikpapan

BACA JUGA: BRI Siapkan Rp21 Triliun untuk Memenuhi Kebutuhan Transaksi di Libur Natal dan Tahun Baru

Ia menekankan pentingnya peran orang tua sebagai teladan iman bagi anak-anak. Keluarga yang menanamkan nilai kasih, kejujuran, dan tanggung jawab sejak dini diyakini akan melahirkan generasi yang kuat secara moral dan spiritual.

“Anak-anak belajar pertama-tama bukan dari kata-kata, tetapi dari teladan hidup orang tuanya. Keluarga yang hidup dalam kasih akan menjadi kesaksian nyata tentang kehadiran Allah,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: