Bankaltimtara

Demo Sopir Truk di Balikpapan: Mengeluh Antre Solar 3 Hari, Hingga Barcode Dipakai Orang Lain

Demo Sopir Truk di Balikpapan: Mengeluh Antre Solar 3 Hari, Hingga Barcode Dipakai Orang Lain

Para sopir truk dan PMII saat menggelar aksi di depan DPRD Kota Balikpapan, Senin (4/5/2026).-Chandra/ Nomorsatukaltim-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM – Aksi ratusan sopir truk bersama Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Kantor DPRD Kota Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, pada Senin, 4 Mei 2026, bukan sekadar protes kelangkaan solar, tetapi juga sejumlah persoalan distribusi BBM subsidi.

Aksi yang dimulai sekira pukul 14.30 Wita ini, diawali dengan konvoi para sopir dengan membawa kendaraannya menuju titik kumpul unjuk rasa. Akibatnya, arus lalu lintas sempat tersendat dari dua arah.

Koordinator lapangan aksi, Hijir Ismail, menyebut kelangkaan solar di wilayah Kilometer 13 dan Kilometer 15 menjadi masalah kronis yang terus berulang tanpa solusi konkret.

Ia menegaskan, para sopir truk bersama mahasiswa menuntut DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara aktif.

BACA JUGA: Ratusan Sopir Truk Unjuk Rasa Padati Kantor DPRD Balikpapan

BACA JUGA: Antrean Solar di Balikpapan Mencapai 3 Hari, DPRD Desak Transparansi Kuota BBM Bersubsidi

“Kami menginginkan anggota DPRD mampu melakukan sidak dan menjalankan fungsi pengawasan,” katanya.

Tidak hanya itu, Hijir juga menyoroti lemahnya pengawasan aparat penegak hukum terhadap dugaan praktik ilegal dalam distribusi solar subsidi.

“Masih banyak pengetap ilegal, kuota solar subsidi diambil dan ditimbun oleh pihak yang tidak berhak,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada panjangnya antrean kendaraan di SPBU. “Antrean bisa mencapai Kilometer 20, artinya panjangnya sekitar 5 kilometer,” jelasnya.

BACA JUGA: Jajaran Polda Kaltim Ungkap 22 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Modus Manipulasi Barcode

Ia menambahkan, jumlah kendaraan yang antre juga tergolong tinggi dan fluktuatif setiap hari. Per-hari bisa sekitar 183 truk, bahkan pagi hari bisa mencapai 200 sampai 250 truk.

Selain DPRD dan aparat kepolisian, massa aksi juga meminta perhatian dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Hijir menilai kondisi Balikpapan saat ini tidak mendapat perhatian yang seimbang.

“Hari ini Balikpapan tidak sedang baik-baik saja, kami ingin gubernur juga melihat kondisi di sini,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait