Bankaltimtara

Selalu Ceria di Sekolah, Tak Ada yang Menyangka Mandala Menyimpan Rasa Sakit

Selalu Ceria di Sekolah, Tak Ada yang Menyangka Mandala Menyimpan Rasa Sakit

Di SMKN 4 Samarinda, Mandala Rizky Syahputra dikenal sebagai pribadi yang positif dan tak pernah mengeluh.-(Disway Kaltim/ Ari Rachiem)-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Tidak ada yang menyangka senyum Mandala Rizky Syahputra ternyata menyimpan rasa sakit yang selama ini ia pendam sendiri.

Di lingkungan SMKN 4 Samarinda, Mandala dikenal sebagai sosok ceria, aktif, dan mudah bergaul. Ia hampir tak pernah terlihat murung, apalagi mengeluhkan kondisi yang sedang dialaminya.

Kini, kepergian siswa kelas XI itu meninggalkan duka mendalam bagi guru, teman sekelas, hingga alumni sekolah.

Di halaman sekolah tempat Mandala biasa menghabiskan waktu, suasana berubah sunyi. Sosok remaja yang kerap dipercaya mewakili kelas dalam berbagai kegiatan itu kini hanya tinggal kenangan.

BACA JUGA: Rintihan Ibu Mandala: Kami Bahkan Tak Mampu Beli Baju Sendiri

“Mandala itu anaknya baik, jujur, dan tidak pernah mengeluh. Kegiatan apa pun, Dia selalu siap mewakili kelasnya,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 4 Samarinda, Rahmat Subandi, Selasa (5/5/2026).

Menurut Rahmat, keseharian Mandala di sekolah terlihat normal seperti siswa lainnya. Ia aktif mengikuti kegiatan sekolah dan mudah diterima di lingkungan pertemanan.

“Kalau ada lomba, biasanya Dia yang maju mewakili kelas. Artinya, Dia memang aktif dan teman-temannya juga nyaman dengan Dia,” katanya.

Tidak ada tanda-tanda yang membuat pihak sekolah menyadari kondisi kesehatan Mandala sedang memburuk. Bahkan secara fisik, ia tetap terlihat kuat.

BACA JUGA: Kaltim: Sepatu Sekolah yang Kekecilan vs Parade Hedonisme Pejabat yang Ugal-ugalan

“Secara kasatmata, kami tidak melihat Dia sedang sakit. Di sekolah biasa saja. Tidak pernah mengeluh apa pun,” tuturnya.

Pihak sekolah baru mengetahui kondisi kesehatan Mandala setelah masa magangnya selesai. Saat itu, komunikasi mulai dilakukan dengan keluarga untuk mencari bantuan yang memungkinkan.

“Sebelum meninggal, kami sudah berupaya membantu pengurusan BPJS. Kami sempat berdiskusi dengan guru-guru juga, bagaimana supaya ini bisa dibantu bersama-sama,” ujar Rahmat.

Namun, upaya itu belum sempat membuahkan hasil. Pada Rabu (22/4/2026), dua hari sebelum Mandala meninggal dunia, pihak sekolah masih membahas langkah bantuan untuk siswanya tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: