Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, DPR Sebut Rakyat Kena PHP Lagi
Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam mengkritik langkah pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar non subsidi secara drastis.-(Ist./ Dok. DPR RI)-
JAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Kenaikan harga BBM nonsubsidi menuai kritik dari DPR RI. Anggota Komisi VI DPR, Mufti Anam, menilai kebijakan tersebut mendadak, memberatkan masyarakat, dan membuat rakyat kembali mendapat harapan palsu dari pemerintah.
Mufti mengkritik langkah pemerintah melalui Pertamina yang menaikkan harga bahan bakar nonsubsidi secara signifikan tanpa sosialisasi lebih dulu.
“Lagi-lagi Pertamina menaikkan harga BBM tanpa ancang-ancang, dan kenaikannya pun sekarang cukup signifikan. Kebijakan ini pastinya sangat memberatkan rakyat,” kata Mufti Anam kepada wartawan, Senin, 20 April 2026.
Ia menilai kebijakan tersebut menjadi kemunduran setelah sebelumnya masyarakat diyakinkan bahwa harga BBM tidak akan naik di tengah gejolak geopolitik global.
BACA JUGA: Usai Diungkap Polisi, Penjualan Ilegal BBM Subsidi Masih Marak di Balikpapan
BACA JUGA: Polres Paser Bongkar Penimbunan 2.166 Liter Pertalite di Long Ikis
“Kemarin masyarakat ditenangkan dengan narasi bahwa harga BBM tidak akan naik. Rakyat diminta percaya, diminta tenang. Baru saja masyarakat menyambut dengan sukacita,” tutur Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.
“Tapi apa yang terjadi? Tiba-tiba hari ini harga BBM melonjak sangat tajam, tanpa kesiapan, tanpa empati, tanpa komunikasi,” imbuh Mufti.
Mufti menyebut kekhawatiran soal kebijakan harga BBM sebenarnya sudah lama muncul. Ia menilai pemerintah seolah memberi harapan yang akhirnya tidak terpenuhi.
“Ternyata Pemerintah benar PHP (pemberi harapan palsu) kepada rakyat,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pakai Puluhan Barcode, Jajaran Polda Kaltim Ungkap 11 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi
BACA JUGA: Nelayan Masih Sulit BBM, Diskan Berau Siapkan Sistem Barcode untuk Benahi Penyaluran
Menurutnya, meski yang naik adalah harga BBM nonsubsidi yang identik dengan kalangan menengah ke atas, dampaknya tetap dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Ia menyoroti masih sulitnya akses BBM subsidi di sejumlah daerah, sehingga masyarakat terpaksa membeli BBM nonsubsidi yang kini harganya lebih mahal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: disway.id
