Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, DPR Sebut Rakyat Kena PHP Lagi
Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam mengkritik langkah pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar non subsidi secara drastis.-(Ist./ Dok. DPR RI)-
“Pemerintah seolah menutup mata terhadap kenyataan di lapangan bahwa tidak semua rakyat bisa mengakses BBM subsidi,” sebut Mufti.
“Di banyak daerah, rakyat harus antre panjang, bahkan pulang dengan tangan kosong karena stok BBM subsidi habis. Dalam kondisi seperti itu, mereka dipaksa membeli BBM nonsubsidi. Dan hari ini, justru BBM nonsubsidi harganya dinaikkan secara ugal-ugalan,” imbuhnya.
BACA JUGA: Akhirnya! Harga BBM Naik Per 18 April 2026, Pertamax Turbo Tembus Rp19.850 Per Liter
BACA JUGA: Dilema Pertamini di Berau, Antara Pelanggaran Hukum dan Kebutuhan BBM Pekerja Pagi
Mufti menegaskan persoalan ini bukan lagi sekadar soal subsidi atau nonsubsidi, tetapi menyangkut rasa keadilan bagi masyarakat.
“Ini bukan lagi soal subsidi atau nonsubsidi. Ini soal keadilan bagi rakyat. Dan ini soal sensitivitas Pemerintah yang menaikkan harga BBM di saat kondisi ekonomi rakyat sedang tak baik-baik saja,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan alasan kenaikan harga BBM nonsubsidi saat situasi global mulai mereda dan distribusi energi kembali terbuka.
“Yang membuat kita semakin heran, ketika situasi global mulai mereda dan jalur distribusi energi kembali terbuka, justru harga dinaikkan,” ujar Mufti.
BACA JUGA: 2 Kapal Pertamina Masih Tertahan di Teluk Arab, Iran kembali Tutup Selat Hormuz
BACA JUGA: Selat Hormuz Memanas Lagi, 2 Kapal India Dipaksa Mundur dengan Tembakan
Mufti mendesak pemerintah segera memastikan stok BBM subsidi tersedia dan mudah diakses masyarakat yang berhak.
"Pastikan yang berhak benar-benar bisa mendapatkan BBM subsidi agar tidak perlu membeli BBM nonsubsidi yang harganya melangit tinggi,” kata Legislator dari Dapil Jawa Timur II itu.
Ia juga meminta pemerintah segera menurunkan harga apabila harga minyak dunia mulai terkoreksi.
“Jika harga minyak dunia mulai turun, maka segera turunkan harga. Jangan tunggu tekanan rakyat baru bergerak,” tutup Mufti.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: disway.id
