Bankaltimtara

Demo PMII di Kantor Gubernur Kaltim Berakhir Ricuh, 2 Anggota Polisi Terluka

Demo PMII di Kantor Gubernur Kaltim Berakhir Ricuh, 2 Anggota Polisi Terluka

Salah seorang anggota Polresta Samarinda terluka akibat terkena batu saat mengamankan aksi PMII di depan Kantor Gubernur Kaltim.-Mayang Sari/ Nomorsatukaltim-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM- Aksi unjuk rasa mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur berujung ricuh, Selasa, 5 Mei 2026.

Kericuhan pecah setelah situasi aksi yang semula berlangsung tertib mulai memanas di area pagar kantor gubernur.

Puluhan Massa bergejolak terjebak aksi dorong-dorongan dengan aparat mulai pukul 16.30 Wita hingga dibubarkan.

Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polresta Samarinda, Arie Soeharyadi, massa aksi awalnya menyampaikan aspirasi secara terbuka di depan kantor gubernur dengan pengawalan aparat kepolisian.

BACA JUGA: Akses Rapat Dibatasi, Massa Aksi di DPRD Kaltim Desak Transparansi Hak Angket

Sejumlah personel, termasuk tim negosiator, ditempatkan di barisan depan untuk mengawal jalannya aksi sekaligus mengimbau massa tetap tertib.

Namun, situasi mulai berubah ketika massa bergerak mendekati pagar dan terjadi dorong-mendorong. Pada momen tersebut, muncul aksi pelemparan dari arah kerumunan ke petugas yang berjaga di depan.

“Saat anggota kami melakukan pengamanan dan mengimbau massa, tiba-tiba terjadi lemparan dari arah kerumunan,” ujar Arie dikonfirmasi terpisah.

Akibat lemparan tersebut, satu anggota Polri mengalami luka di bagian kepala diduga terkena batu. Selain itu, satu polwan yang bertugas sebagai negosiator di garis depan juga turut menjadi korban dalam insiden tersebut.

BACA JUGA: 6 Fraksi DPRD Kaltim Sepakati Usulan Hak Angket, Minus Partai Golkar

Kedua korban sempat terjatuh dan langsung mendapat pertolongan dari rekan-rekannya di lokasi. Setelah itu, keduanya segera dibawa ke klinik Forest untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi menyebut situasi semakin tidak terkendali karena adanya kelompok di luar massa mahasiswa yang diduga ikut memicu tindakan anarkis. Kelompok tersebut disebut bercampur dengan massa aksi.

“Mahasiswa ada, tapi juga ada kelompok lain, termasuk yang terindikasi anarko. Semuanya bergabung di situ,” jelasnya.

Aparat kemudian melakukan pengamanan untuk meredam situasi dan membubarkan massa secara bertahap. Hingga akhirnya, kondisi di sekitar Kantor Gubernur Kalimantan Timur kembali berangsur kondusif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait