Bankaltimtara

Komentari Curhatan Pasien BPJS dengan Kalimat

Komentari Curhatan Pasien BPJS dengan Kalimat

Direktur RSUD IA Moeis Samarinda, dr Osa Rafshodia-Ari Rachiem/Nomorsatukaltim-

BACA JUGA: RSUD AWS Pastikan Penanganan Pasien Bayi Luka di Tangan Sesuai Prosedur

Kebijakan itu diambil agar proses evaluasi dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan kesempatan kepada dokter bersangkutan untuk menenangkan diri setelah polemik yang berkembang.

"Jadi untuk sementara, yang bersangkutan kami istirahatkan dulu agar lebih tenang. Dua sampai 3 hari, nanti kita lihat situasinya. Kami juga sudah melaporkan hal ini ke Inspektorat Daerah tadi pagi," jelas Osa.

Di tengah proses penanganan kasus tersebut, Osa menjelaskan bahwa dokter yang bersangkutan telah bekerja di RSUD IA Moeis selama lebih dari satu tahun.

"Sejauh ini kinerjanya baik, cukup responsif di UGD, bahkan menjadi salah satu dokter yang kami andalkan," ungkapnya.

BACA JUGA: Menkes: Rumah Sakit Wajib Layani Pasien Gawat Darurat Meski Tanpa KTP, Tanggapi Kasus Repan

Meski demikian, pihak rumah sakit tetap memproses persoalan tersebut sesuai aturan yang berlaku sebagai bentuk komitmen menjaga profesionalisme dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Osa juga menegaskan, bahwa pasien yang menjadi topik dalam percakapan media sosial tersebut bukan merupakan pasien RSUD IA Moeis Samarinda.

Menurutnya, sejauh pengetahuan manajemen, dokter bersangkutan juga belum pernah melakukan tindakan serupa melalui media sosial selama bertugas di rumah sakit tersebut.

"Setahu saya, sebelumnya yang bersangkutan tidak pernah melakukan hal serupa di media sosial. Ini baru pertama kali terjadi. Yang pasti, pasien dalam kejadian tersebut bukan pasien di Rumah Sakit IA Moeis," tuturnya.

BACA JUGA: Pemkot Samarinda Siapkan Rp 22 Miliar Untuk Tanggung BPJS Kesehatan 51 Ribu Warga

Sebagai informasi, kasus ini bermula saat seorang peserta BPJS bernama Yurizal curhat di platform Threads karena harus menunggu 8 jam tanpa mendapatkan kamar rawat inap.

Unggahannya pun mendapat banyak respons beragam komentar dari netizen. Beberapa di antaranya adalah komentar dari tenaga media, baik dokter maupun perawat.

Namun disayangkan, rata-rata respons dari tenaga medis adalah komentar sinis dan cibiran pedas terhadap keluhan pasien tersebut.

Sementara pasien yang mengunggah curhat tersebut dikabarkan meninggal dunia tidak lama kemudian, yang memicu gelombang duka sekaligus kemarahan publik dan menjadi viral.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: