Dari 1.037 Koperasi Merah Putih di Kaltim, Baru 82 yang Sudah Beroperasi
Salah satu gerai Koperasi Merah Putih di Kota Samarinda.-(Disway Kaltim/ Mayang Sari)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Dari 1.037 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah terbentuk di Kalimantan Timur, baru 82 koperasi yang sudah menjalankan kegiatan usaha. Sebagian besar koperasi yang aktif masih bergerak di sektor gerai sembako.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kaltim, Heni Purwaningsih mengatakan, dari total koperasi yang telah terbentuk di 10 kabupaten/kota, sebanyak 234 koperasi telah memiliki gerai yang siap beroperasi.
"Yang sudah siap operasional ada 234. Artinya gerainya sudah tersedia. Yang sudah menjalankan usahanya ada 82 koperasi," kata Heni, Senin (3/8/2026).
Jenis usaha Koperasi Merah Putih yang telah berjalan masih didominasi gerai sembako sebanyak 55 unit. Selain itu, terdapat 25 unit usaha lainnya, satu apotek, satu klinik, serta satu unit usaha simpan pinjam. Sementara itu, gerai pergudangan masih belum beroperasi.
BACA JUGA: Akses Terbatas, Warga Pertanyakan Lokasi Kopdes Merah Putih di Samping TPU Sempaja
Berdasarkan data Disperindagkop dan UKM Kaltim, tingkat aktivasi Koperasi Merah Putih baru mencapai sekitar 8 persen dari total koperasi yang telah terbentuk.
Karena itu, Pemprov Kaltim terus mendorong koperasi yang telah memiliki gerai agar segera mengaktifkan kegiatan usahanya sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa dan kelurahan.
Meski jumlah koperasi yang aktif masih terbatas, kata Heni, kinerja keuangannya mulai menunjukkan perkembangan.
Hingga Juli 2026, koperasi yang telah beroperasi membukukan total aset sebesar Rp11.408.794.409, omzet usaha Rp7.312.609.875, dan laba bersih Rp322.471.218.
BACA JUGA: Jauh dari Permukiman, Disdag Balikpapan Harap Kopdes Gerakkan Pasar KM 12
Koperasi yang telah aktif juga menghimpun 9.431 anggota. Sektor usaha yang mendominasi meliputi sembako, pangan, distribusi barang, pertanian, dan jasa.
Heni mengatakan pemerintah daerah mendorong Kopdes Merah Putih tidak hanya bergantung pada usaha perdagangan kebutuhan pokok. Setiap koperasi diharapkan mampu mengembangkan usaha sesuai potensi ekonomi di desa dan kelurahannya.
"Kita harapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah terbentuk, segera melakukan rapat dan mendiskusikan potensi-potensi yang ada di masing-masing desa maupun kelurahan. Untuk dikembangkan menjadi usaha-usaha produktif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat," ujarnya.
Untuk memperkuat usaha koperasi, Disperindagkop dan UKM Kaltim juga mendorong berbagai kemitraan strategis. Salah satunya dengan Perum Bulog agar koperasi dapat menjadi penyalur beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Minyakita.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
