Lapas Samarinda Kelebihan Kapasitas Hampir 3 Kali Lipat, Risiko Penyebaran TB Jadi Sorotan
Ditjenpas Kaltim, Endang Lintang Hardiman (kiri) dan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri-Ari Rachiem/Nomorsatukaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Kepadatan penghuni di Lapas Kelas I Samarinda kembali menjadi perhatian.
Dengan jumlah warga binaan mencapai sekitar 1.300 orang dari kapasitas ideal 450 orang, risiko penyebaran penyakit menular, terutama tuberkulosis (TB), dinilai semakin tinggi.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman mengatakan, tingkat hunian lapas telah mencapai hampir 290 persen dari kapasitas normal.
Menurutnya, kondisi overcrowding membuat lapas lebih rentan terhadap penyebaran berbagai penyakit menular.
BACA JUGA: Warga Binaan Lapas Samarinda Disiapkan Kelola Dapur MBG
“Dari kapasitas 450 orang, sekarang ada sekitar 1.300 penghuni. Kondisi ini sangat rentan terhadap penyakit,” ujarnya pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Kepadatan penghuni menjadi faktor yang meningkatkan risiko penularan TB, penyakit yang menyebar melalui percikan udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
Risiko semakin tinggi di ruang tertutup dengan ventilasi terbatas dan kontak erat antarpenghuni.
Untuk menekan potensi penularan, lapas menerapkan skrining kesehatan bagi setiap warga binaan baru.
Jika ditemukan kasus TB aktif atau penyakit menular lainnya, penghuni akan ditempatkan di ruang isolasi dan mendapat pemantauan rutin dari tenaga kesehatan.
BACA JUGA: Krisis Overkapasitas Lapas Kaltim: 12.600 Napi Berdesakan, Mayoritas Kasus Narkoba
“Pasien TB ditempatkan di ruang isolasi dan obat diantar setiap hari agar pengobatan tidak terputus,” kata Endang.
Ia menilai sebagian besar kasus TB yang ditemukan merupakan kasus bawaan dari luar lapas. Karena itu, pemeriksaan rutin dan isolasi dini menjadi langkah penting untuk mencegah penularan lanjutan di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Menurut Endang, skrining kesehatan yang dilakukan secara berkala dapat membantu mendeteksi penyakit lebih awal sehingga penanganan bisa segera dilakukan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
