Bankaltimtara

Pemkot Samarinda Siapkan Dana Rp 10 Juta per Kelurahan Hadapi Kekeringan

Pemkot Samarinda Siapkan Dana Rp 10 Juta per Kelurahan Hadapi Kekeringan

Karhutla di Samarinda.-dok/relawan-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Pemkot Samarinda mengalokasikan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp10 juta untuk setiap kelurahan. 

Dana ini digunakan untuk mengoptimalkan pasokan air bersih, serta mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama masa tanggap darurat kekeringan.

Alokasi dana tersebut menjadi bagian dari langkah.

“Dana penanggulangan bencana menjadi salah satu perhatian auditor internal maupun eksternal dalam proses pemeriksaan atau audit, setiap pengeluaran wajib dilakukan secara transparan dan sesuai dengan peruntukannya,” kata Sekda Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti, Kamis 3 September 2026. 

Neneng mengatakan alokasi dana kedaruratan tersebut harus dikelola secara akuntabel dan transparan. 

BACA JUGA:Samarinda Masuk Daftar Kota Dunia Penerima Penghargaan WHO Healthy Cities 2026

Karena setiap penggunaan anggaran bencana akan menjadi bagian dari proses pemeriksaan.

Saat ini, alokasi dana melalui Rencana Kebutuhan Belanja (RKB) yang disusun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, telah memasuki tahap pencairan kepada bendahara organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan.

Setelah dana tersebut terdistribusi hingga tingkat kelurahan, Neneng meminta penggunaannya segera diarahkan pada kebutuhan yang berkaitan dengan penanganan kondisi darurat.

Ia juga meminta kelurahan lebih aktif melakukan sosialisasi dan pendekatan langsung kepada masyarakat untuk mencegah munculnya kebakaran akibat aktivitas warga.

Kelurahan diminta mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan tanpa pengawasan. 

Sebab tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang lebih luas.

BACA JUGA:Disdikbud Samarinda Siapkan Kebijakan Belajar Daring Jika Kabut Asap Memburuk

“Penanganan darurat ini telah kita tetapkan berlangsung sejak 25 Agustus hingga 7 September 2026. Evaluasi dan langkah selanjutnya akan ditentukan tepat setelah 7 September berdasarkan analisis data teknis di lapangan,” ucap Neneng.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: