Khidmat Salat Istisqa Ketiga di Berau, Gamalis: Tidak Boleh Lelah Kita Bermohon
Suasana gelaran Salat Istisqa di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah, Tanjung Redeb, Berau pada Rabu (2/8/2026).-(Disway Kaltim/ Setiawan)-
TANJUNG REDEB, NOMORSATUKALTIM - Gema istigfar dan salawat Nabi berkumandang merdu, menjadi senandung indah yang mengiringi pelaksanaan Salat Istisqa di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah, Kabupaten Berau, pada Rabu, 2 September 2026.
Di tengah kepungan bencana kabut asap dan kemarau yang melanda wilayah Bumi Batiwwakal, ratusan jemaah tampak menengadahkan tangan dengan penuh kekhusyukan.
Dengan nada bergetar, permohonan agar segera diturunkan hujan dipanjatkan bersama-sama dalam suasana yang sarat keharuan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memang terus mengintensifkan berbagai upaya, baik spiritual maupun teknis, guna menghadapi eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian mengkhawatirkan.
BACA JUGA: Karhutla di Tabalar Berau Mendekati Kawasan Permukiman, Pasien di Puskesmas Dievakuasi
BACA JUGA: Kasus Karhutla di Berau, Polisi Temukan Dua Tersangka Baru
Sebagai bentuk ikhtiar batiniah yang kesekian kalinya, Pemkab Berau kembali memfasilitasi pelaksanaan salat minta hujan untuk kali ketiga.
Pelaksanaan ibadah sunnah memohon berkah air hujan tersebut terasa sangat khidmat lantaran dihadiri langsung oleh ulama kondang nasional, Buya Yahya.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang turut hadir dan membaur bersama jemaah mengungkapkan bahwa jajaran pemerintah daerah tidak akan pernah surut untuk terus bermohon dan berikhtiar agar hujan lebat segera mengguyur wilayah Berau.
Berbagai daya dan upaya digencarkan secara paralel, memadukan pendekatan keagamaan dengan strategi mitigasi bencana berbasis teknologi di lapangan.
BACA JUGA: 147 Penerbangan Terdampak Asap Karhutla, Jarak Pandang di Long Apung Kaltara Cuma 100 Meter
BACA JUGA: Hujan Ringan Guyur Kecamatan Segah Pasca Penyemaian Garam dalam OMC di Berau
"Pemerintah Berau terus bermohon agar hujan segera turun. Upaya dan ikhtiar pun terus dilakukan agar hujan segera turun, mulai dari pelaksanaan TMC (operasi modifikasi cuaca/OMC) hingga bermohon untuk adanya water bombing," ujar Gamalis di sela-sela rangkaian kegiatan tersebut.
Langkah komprehensif ini ditempuh mengingat situasi darurat karhutla yang meluas hingga ke sejumlah titik, termasuk wilayah Kecamatan Tabalar yang sempat memaksa warga mengungsi akibat kobaran api mendekati permukiman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
