Bankaltimtara

582 Balita di PPU Terserang Diare, Kenali Gejalanya Berikut Ini

582 Balita di PPU Terserang Diare, Kenali Gejalanya Berikut Ini

Ilustrasi diare pada anak.-freepik-

PPU, NOMORSATUKALTIM - Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU mencatat lonjakan kasus penyakit diare secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. 

Hingga periode Juli 2026, akumulasi kasus diare untuk semua kelompok umur telah menembus 2.084 kasus.  582 kasus di antaranya menyerang balita.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kabupaten PPU, Sri Wiyani, mengatakan terjadinya tren kenaikan kasus yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.

"Terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan dalam tiga bulan terakhir, yaitu Mei, Juni, hingga puncaknya pada Juli." 

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit diare, terutama risiko dehidrasi yang dapat berakibat fatal pada anak-anak," kata Sri, Rabu 2 September 2026.

BACA JUGA:Di Bawah Terik Langit PPU, Forkopimda dan Masyarakat Gelar Salat Istisqa

Kasus diare terbanyak terdeteksi di wilayah kerja Puskesmas Penajam. 

Hal ini berbanding lurus dengan tingginya jumlah populasi di wilayah tersebut. 

Berdasarkan data Pusdatin 2026, estimasi penduduk di wilayah kerja Puskesmas Penajam mencapai 125.945 jiwa.

Dampak dari tingginya angka penularan juga terlihat pada tingkat rawat inap fasilitas kesehatan. 

Hingga Juli 2026, sebanyak 29 pasien diare harus menjalani perawatan rawat inap, terdiri dari 5 pasien anak usia balita dan 24 pasien usia di atas 5 tahun.

BACA JUGA:Dikepung Kabut Asap, Kualitas Udara PPU Menyentuh Angka 72, Masuk Kategori Sedang

Dia bilang, diare Diare penyakit berbahaya karena memicu buang air besar (BAB) cair secara terus-menerus yang mengakibatkan hilangnya cairan dan elektrolit tubuh. 

"Tingkat dehidrasi terbagi menjadi tiga, yakni tanpa dehidrasi; dehidrasi ringan atau sedang, dan dehidrasi berat," terang Sri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: