Tinjauan Peran Guru dalam Pendidikan Karir Siswa: Perspektif Indonesia dan Perbandingan dengan Sistem Pendidik

Tinjauan Peran Guru dalam Pendidikan Karir Siswa: Perspektif Indonesia dan Perbandingan dengan Sistem Pendidik

Salsabilah Drajat Fauzani dan Desy Rusmawaty, Dosen FKIP, Universitas Mulawarman Samarinda.-(Dok. Pribadi)-

PENDIDIKAN adalah bagian paling penting dalam membangun fondasi utama suatu bangsa.  Menyediakan akses yang luas terhadap pendidikan merupakan kunci untuk menciptakan  masyarakat yang berbudaya, berpengetahuan, dan berdaya saing tinggi.

Namun, pendidikan  bukanlah jalan yang mudah bagi semua orang. Hanya mereka yang memiliki niat yang kuat dan rasa keingintahuan yang tinggi, serta orang-orang yang selalu merasa haus akan ilmu, yang mampu  menempuhnya dengan baik. Inilah tempat di mana peran guru menjadi krusial dalam membangun siswa untuk mempersiapkan masa depan mereka. 

Sebagaimana tergambar dalam judul lagu yang  sangat populer, "Guruku Tersayang", kita disadarkan akan keberadaan guru yang begitu  monumental dalam kehidupan kita. Setiap lirik dari lagu tersebut mengandung kebijaksanaan yang  mendalam tentang pentingnya peran seorang guru. Mereka adalah pilar-pilar yang kokoh dalam  membangun karakter, mengasah bakat, dan membuka wawasan siswa. Mereka menciptakan  lingkungan yang mendukung eksplorasi, memotivasi, dan membimbing siswa melalui perjalanan  pendidikan mereka.  

Peran guru tidak hanya berhenti pada penyampaian materi pelajaran di kelas, tetapi juga  mencakup pembimbingan karir. Guru adalah sumber utama informasi dan inspirasi ketika siswa  mulai mempertimbangkan pilihan karir mereka. 

Dengan pengalaman dan pengetahuan yang luas,  guru dapat membantu siswa mengeksplorasi minat dan bakat mereka, memberikan wawasan  tentang berbagai jalur karir yang tersedia, dan membimbing mereka dalam merencanakan langkah-langkah untuk mencapai tujuan karir mereka. 

Jadi, tidak diragukan lagi bahwa peran guru adalah  yang paling penting dalam membentuk masa depan siswa. Mereka tidak hanya memberikan  pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, membimbing karir, dan menanamkan nilai-nilai  yang akan membawa siswa melangkah dengan percaya diri ke dalam dunia kerja yang kompetitif.  

Oleh karena itu, penghargaan dan penghormatan terhadap jasa para guru adalah sesuatu yang patut  kita junjung tinggi. 

Menyadari hal ini, pada saat kita duduk di bangku SMA, beberapa orang memiliki sedikit  kenangan yang kurang menyenangkan tentang bagaimana guru mengarahkan siswa dalam menentukan karirnya.  Pada saat itu, kita sebagai siswa SMA sama sekali tidak memiliki pemahaman tentang apa yang akan terjadi di dunia kuliah  dan bagaimana pilihan karir akan memengaruhi masa depan. 

Di sekolah kami dulu, ada guru BK yang bertugas memberikan informasi tentang perguruan tinggi.  Namun, informasi yang kami terima terbatas hanya pada nama-nama universitas yang mungkin  ingin kami masuki tanpa menjelaskan secara rinci jurusan-jurusan yang tersedia atau cocok dengan  minat dan potensi kami. 

Ketika itu, jujur saja, kami merasa terombang-ambing, hanya mengandalkan  pemahaman terbatas kami sendiri tentang jurusan yang ingin dipilih ketika lulus nanti. 

Namun, ketika sudah memasuki dunia perkuliahan, kita mulai menyadari betapa pentingnya peran guru dalam memberikan bimbingan karir yang tepat kepada siswa. Kami menyadari bahwa tanpa arahan yang memadai, banyak siswa seperti kami yang mungkin dapat mengakibatkan mereka  merasa tersesat atau bahkan menyesal di kemudian hari. 

Ketika kita mulai mengeksplorasi  berbagai jurusan dan potensi karir yang ada, kita merasa bahwa jika saja guru-guru di masa SMA  kita memberikan bimbingan yang lebih rinci dan mendalam tentang pilihan karir, kita mungkin  akan lebih siap dan yakin dengan pilihan yang kita ambil. 

Pada sisi lain, perbandingan dengan sistem pendidikan di Korea Selatan menyoroti pendekatan yang sangat berbeda dalam mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja. 

Di Korea Selatan, proses persiapan karir dimulai jauh sebelum siswa lulus sekolah menengah. Siswa  diberi formulir untuk memilih perguruan yang mereka inginkan untuk melanjutkan pendidikan  tinggi mereka, dan kemudian mereka akan dipanggil untuk berkonsultasi dengan guru mereka.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: