Efek Kata Terima Kasih: Otak Sehat, Pahala Dapat
Ilustrasi berterima kasih.--
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Salah satu kata ajaib yang mampu membawa kedamaian adalah ucapan terima kasih.
Selain sebagai simbol penerimaan yang tulus, ucapan terimakasih juga merupakan afirmasi positif dalam mengembangkan interaksi personal yang membahagiakan.
Bila disertai dengan ekspresi yang tepat dan suasana hati yang ceria, ucapan terimakasih bisa menetralkan pikiran dan melejitkan kecerdasan mental di saat obat farmasi untuk kedua hal tersebut masih belum ada.
Bagaimana pandangan Islam terhadap ungkapan terimakasih sebagai bagian dari akhlak mulia? Apakah ucapan terimakasih juga merupakan representasi atas rasa syukur kepada Allah Subhanahu wata’ala? Apa dampak berterimakasih terhadap kesehatan, khususnya kepada detoksifikasi pikiran, kecerdasan, dan mental yang relevan dengan kehidupan di masa sekarang?
Berterimakasih merupakan salah satu akhlak mulia yang sekaligus menjadi cabang keimanan seorang muslim.
Dalam Kitab Qomi’ut Tughyan, dinyatakan bahwa sebagian ulama memaparkan tanda-tanda budi pekerti yang baik yaitu banyak berterimakasih atau bersyukur. Budi pekerti yang baik merupakan cabang iman yang kelima puluh tujuh (Syekh Nawawi bin Umar Al-Jawi, Qami’ut Tughyan, (Surabaya, Mutiara Ilmu Surabaya, tt), halaman 87).
Sebagai manifestasi dari keimanan, budi pekerti luhur yang ditunjukkan dengan keterampilan berterimakasih akan mengarahkan pada syukurnya seorang hamba kepada Allah.
Dalam hadits, keterampilan berterimakasih kepada sesama manusia erat kaitannya dengan rasa syukur kepada Allah. Nabi bersabda;
"Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Muhammad], telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin Mubarak], telah menceritakan kepada kami [Ar Rabi' bin Muslim], telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ziyad] dari [Abu Hurairah] ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang tidak pandai bersyukur (berterima kasih) kepada manusia, berarti ia belum bersyukur kepada Allah." (HR Imam Tirmidzi).
Abu Isa berkata: Ini adalah hadits hasan shahih. Detoks Pikiran, Kecerdasan Mental, dan Kesehatan Otak Lebih lanjut, kemampuan untuk mensyukuri nikmat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berterimakasih kepada sesama manusia dapat meningkatkan kecerdasan pikiran dan mental.
Hal ini bisa terjadi karena ketika seseorang berterimakasih atau bersyukur maka akan mengurangi stress dan menetralkan pikiran. Ketika seseorang lebih tenang, maka kemampuan kecerdasan seseorang akan meningkat.
Penelitian menunjukkan bahwa membiasakan mencatat ucapan terimakasih selama 14 hari dapat meningkatkan kesejahteraan mental.
"Kebiasaan menulis ucapan terimakasih dalam buku catatan dapat memberikan efek pencegahan dan perlindungan dari efek buruk keruwetan pikiran seseorang (Toprak dan Sari, 2023, The effects of a 2-week gratitude journaling intervention to reduce parental stress and enhance well-being: a pilot study among preschool parents, Discover Psychology 3: 38).
Pemeliharaan sistem syaraf yang merupakan perangkat utama dalam berpikir dan mengondisikan perilaku melalui penjagaan kesejahteraan mental sangat penting untuk kesehatan otak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

