Efek Kata Terima Kasih: Otak Sehat, Pahala Dapat
Ilustrasi berterima kasih.--
Bagian dari sistem syaraf terkecil yang haru dipelihara adalah sel syaraf yang disebut sebagai neuron. Satu sel syaraf memiliki rangkaian neurit, sinapsis, dan dendrit yang bersambung dengan sel syaraf lainnya dalam kumpulan miliaran neuron otak manusia.
Neuron dan sinapsis adalah bagian dari sel syaraf yang menyambungkan informasi agar bisa berpikir dengan cepat. Makin banyak neuron yang terhubung dengan baik melewati sinapsis, maka makin cepat kemampuan seseorang untuk berpikir.
Perpindahan dan penjalaran rangsangan pada syaraf yang sangat cepat untuk mengolah informasi di otak manusia disebut sebagai transmisi. Kecepatan transmisi di otak manusia kira-kira 400 km/jam sehingga seseorang dapat mengingat dengan baik memori masa lalunya dan memanfaatkannya untuk mengantisipasi perubahan dalam kehidupan inilah yang disebut dengan cerdas.
Faktor genetik hanya mempengaruhi 40% dari kecerdasan seseorang, faktor lainnya adalah nutrisi dari makanan dan faktor lainnya.
Bahan makanan yang mengandung omega-3 dan asam lemak seperti ikan dapat meningkatkan kapasitas kemampuan kecerdasan otak. Meskipun nutrisi otak tercukupi, tetapi tidak ada jaminan seseorang dapat mengendalikan dan menetralkan pikirannya saat menghadapi masalah.
Kemampuan untuk mengelola emosi, pola asuh, pendapat yang dihargai, termasuk keterampilan menyampaikan terimakasih akan menyeimbangkan perilaku sehingga kecerdasan otak seseorang makin terarah.
Manusia diciptakan oleh Allah ketika usia 120 hari dengan ditiupkan ruh pada jasad. Oleh karena otak adalah bagian dari jasad, maka sebetulnya ketika lahir di dunia manusia tidak hanya terdiri dari jasad tetapi juga ruh. Demikian juga ketika ingin cerdas, maka ada aspek ruhiyah dan nafsu di dalam hati manusia yang perlu diseimbangkan.
Oleh karena itu, kecerdasan manusia yang paripurna salah satunya juga bergantung pada ruh. Anak-anak perlu diajari untuk mensyukuri berbagai hal dalam kehidupannya sejak dini agar makin cerdas.
Seiring dengan meningkatnya usia, masalah kehidupan akan makin kompleks sehingga bila tidak diimbangi dengan rasa syukur dan latihan yang terus menerus untuk mengekspresikan terimakasih, maka ada potensi menurunnya kemampuan berpikir.
Proses penuaan terjadi bila beberapa neuron sinapsisnya berkurang sehingga proses berpikirnya lambat. Namun, pada orang tua yang mampu membiasakan dirinya untuk mengekspresikan rasa terimakasih dan bersyukur maka proses berpikirnya masih terjaga dengan baik.
Meskipun usia sudah tua, kemampuan berpikir cepat tetap terpelihara sehingga bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Cara meningkatkan rasa syukur sebagaimana yang direkomendasikan oleh penelitian di atas adalah dengan menuliskan kebaikan orang lain yang diterima oleh seseorang selama 14 hari. Intervensi itu ternyata mampu meningkatkan kebahagiaan 3x lipat dan menurunkan tingkat stress hingga 60%.
Kadar hormon-hormon kebahagiaan manusia seperti dopamin, beta endorfin dan oxytosin yang meningkat dapat meningkatkan gelombang alfa di otak.
Gelombang alfa berkaitan dengan fungsi detoksifikasi dan pemulihan otak. Di antara efek yang muncul adalah mengurangi stres atau detoksifikasi mental. Hal itu terjadi karena peningkatan gelombang alfa membantu mengurangi kortisol (hormon stres) dan kecemasan, yang penting untuk mencegah peradangan otak.
Efek lain dari gelombang alfa adalah meningkatkan fokus dan relaksasi. Gelombang alfa menyeimbangkan otak dari aktivitas tinggi (Beta), memungkinkan otak beristirahat sejenak, mengurangi "kegaduhan" mental.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

