BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Jumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang kembali bertambah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 006 di Kelurahan Berbas Pantai, yang disiapkan untuk melayani anak sekolah dasar (SD) hingga kelompok prioritas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Dengan beroperasinya SPPG 006, total dapur MBG di Kota Bontang kini mencapai 13 unit.
Dalam satu hari, dapur ini direncanakan memproduksi 901 porsi makanan bergizi yang akan didistribusikan ke 2 sekolah dasar dan satu posyandu di wilayah Bontang Selatan.
BACA JUGA: SPPG APT Pranoto Kutai Timur Perketat Data Alergi Siswa, Cegah Keracunan MBG
BACA JUGA: Percepatan Program MBG di Berau Terkendala Kendali Pusat, Baru 10 dari 61 Dapur SPPG Beroperasi
Kepala SPPG 006 Bontang Selatan, David Diva, mengatakan dapur tersebut mempekerjakan 50 orang tenaga kerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN).
“Untuk awal running, kami menyasar SD 003, SD 010, serta Posyandu Cemerlang. Ini sudah sesuai SOP BGN, di mana kelompok 3B wajib didahulukan,” kata David, Senin (5/1/2025).
Ia menjelaskan, pola penyaluran bantuan gizi untuk kelompok 3B berbeda dengan anak sekolah. Anak sekolah menerima MBG pada Senin hingga Jumat dan paket kering pada Sabtu.
Sementara itu, kelompok 3B memperoleh kombinasi makanan berat dan camilan bernutrisi secara bergantian.
BACA JUGA: Cakupan MBG di PPU Baru 30 Persen, 5 Dapur Umum Sudah Beroperasi
BACA JUGA: DPRD Harap Program MBG Segera Terealisasi di Mahulu
“Untuk 3B, Senin dan Kamis sama seperti anak sekolah, makanan berat. Selasa dan Rabu berupa snack atau camilan. Jumat dan Sabtu kami selang-selingkan antara basahan dan keringan,” ucapnya.
Secara nasional, program MBG direncanakan mulai berjalan serentak pada 8 Januari. Namun, SPPG 006 diperkirakan mulai beroperasi pada minggu kedua atau ketiga, menyesuaikan kesiapan administrasi dan teknis.
“Masih ada syarat yang harus dipenuhi sebelum running. Seperti pelatihan penjamah makanan dan pemeriksaan kesehatan (MCU) kepada seluruh SDM dapur. Mulai kepala dapur hingga relawan. Saat ini kami masih dalam proses pendaftaran,” ucapnya.