Dapur MBG Kecamatan Kota Bangun Kukar Siap Beroperasi Akhir Januari
Penijauan SPPG Kecamatan Kota Bangun oleh Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin dan rombongan.-(Ist./ Prokom Kukar)-
KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Januari 2026.
Kesiapan operasional Dapur SPPG MBG Kota Bangun Ilir dipastikan setelah dilakukan peninjauan lapangan pada Selasa, 6 Januari 2026, yang melibatkan unsur pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Kutai Kartanegara, Sandi Risqy, menyampaikan bahwa SPPG Kota Bangun Ilir saat ini telah memasuki tahap akhir survei lapangan.
“SPPG Kota Bangun Ilir sudah berada di tahap akhir survei lapangan, sehingga setelah tahapan berikutnya berupa penentuan Kepala SPPG, unit ini diperkirakan dapat mulai beroperasi pada akhir Januari 2026,” ujar Sandi Risqy.
BACA JUGA: Suplai Bahan Baku MBG di Kukar Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih
Pada tahap awal operasional, SPPG Kota Bangun Ilir diproyeksikan melayani sekitar 2.600 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah sekitar. Namun, jumlah tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan masih berlangsung.
“Jumlah penerima manfaat sementara sekitar 2.600 siswa, dan angka ini masih bisa berubah karena pendataan masih berlangsung di lapangan,” katanya.
Sandi Risqy menjelaskan, SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan informasi gizi bagi masyarakat.
“SPPG ini bukan sekadar tempat memasak, tetapi juga menjadi lokasi penyuluhan gizi, pelayanan informasi, serta ruang pertemuan antara petani, peternak, dan nelayan dengan pihak pembeli bahan makanan,” jelasnya.
BACA JUGA: Cegah Kasus MBG Basi, Pemkab Kukar Siapkan Sejumlah Langkah Antisipasi
Menurutnya, konsep tersebut dirancang untuk mendukung pelaksanaan program MBG sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan masyarakat sekitar dalam rantai pasok bahan pangan.
Dari sisi sumber daya manusia, struktur personel inti SPPG terdiri dari Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan tenaga Akuntansi. Selain itu, pada tahap awal operasional akan melibatkan sekitar 21 relawan dari masyarakat setempat.
“Selain personel inti, pada tahap awal juga akan melibatkan sekitar 21 relawan yang direkrut dari masyarakat sekitar dan dibagi ke dalam beberapa tim kerja,” ungkapnya.
Para relawan tersebut akan bertugas dalam tim persiapan bahan makanan, pengolahan atau memasak, pemorsian, hingga pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

