Bankaltimtara

BGN Imbau Masyarakat Tidak Konsumsi Telur Jelang Ramadan: Sementara Harus Ngalah

BGN Imbau Masyarakat Tidak Konsumsi Telur Jelang Ramadan: Sementara Harus Ngalah

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi telur dulu jelang bulan suci Ramadan. Ia menyarankan ikan sebagai pengganti protein selain telur.-(Foto/ Istimewa)-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Pemerintah mengimbau masyarakat untuk sementara waktu mengurangi konsumsi telur menjelang bulan suci Ramadan. 

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan potensi lonjakan harga bahan pangan di tengah meningkatnya permintaan.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengatakan, masyarakat didorong untuk beralih ke sumber protein lain, terutama ikan, guna menjaga stabilitas harga telur di pasaran. 

Kebijakan tersebut merujuk pada pengalaman pemerintah saat momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu.

BACA JUGA: Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Telur di Bontang Merangkak Naik

BACA JUGA: Bupati Kutai Barat Sidak Pasar Jaras, Temukan Kenaikan Tipis Harga Bawang dan Telur

"Tadi saya sampaikan, harus ganti dengan ikan dulu. Sementara harus 'ngalah' yang telurnya agar harga tidak melonjak di bulan Ramadhan," ujar Nanik dalam keterangannya kepada awak media, Minggu (11/1/2026).

Menurut Nanik, strategi diversifikasi pangan terbukti efektif ketika diterapkan pada periode Nataru. 

Saat itu, pemerintah mengimbau masyarakat mengurangi konsumsi telur dan mengalihkan pilihan ke daging sapi atau sumber protein lainnya, sehingga inflasi pangan dapat ditekan.

"Kita akan gaungkan lagi seperti waktu Nataru. Kita bilang, jangan banyak pakai telur dulu supaya harga tidak kena tinggi. Berhasil, lho, waktu itu. Jadi sekarang kita arahkan diversifikasi ke pangan lain, terutama ikan," kata dia.

BACA JUGA: Produksi Telur di Paser Naik, Siap Pasok PPU dan Balikpapan

BACA JUGA: Ternak Ayam Milik Rutan Tanah Grogot Mampu Hasilkan Ratusan Butir Telur per Hari

Selain telur, pemerintah juga menaruh perhatian pada ketersediaan susu UHT yang mulai dikeluhkan langka di sejumlah ritel modern. 

Nanik mengakui, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyebabkan lonjakan serapan susu sehingga berdampak pada stok di pasar umum.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: disway.id