Bontang Targetkan PAD Pajak dan Retribusi Rp371 Miliar, ASN juga Diminta Patuh
Ilustrasi.-istimewa-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Pemkot Bontang memaksimalkan pendapatan dari sektor pajak dan retribusi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan target Rp371 miliar.
Kepala Bidang Pendapatan Daerah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang, Sapriansyah mengatakan, peningkatan partisipasi wajib pajak menjadi kunci Utama agar target tercapai.
Salah satu target wajib pajak adalah ASN karena dinilai memiliki peran strategis di dalamnya. Sehingga, ASN harus lebih taat pajak.
“Target PAD kita tahun ini, khususnya dari pajak dan retribusi, sebesar Rp371 miliar. Mudah-mudahan bisa tercapai,” kata Sapriansyah, Senin, 12 Januari 2026.
BACA JUGA: Masih Jauh dari Kemandirian Fiskal, APBD Bontang Dominan Ditopang Dana Transfer
BACA JUGA: Tunggakan Pajak Kendaraan di Bontang Hingga September 2025 Capai Rp18,1 Miliar
Untuk meningkatkan partisipasi dan kepatuhan Bapenda meluncurkan program ASN Taat Pajak. Bapenda juga berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk saling berbagi data ASN.
Selain itu, juga terus mengingatkan kewajiban pajak ASN, mulai dari pajak daerah hingga pajak kendaraan bermotor yang menjadi salah satu sumber PAD. “ASN termasuk salah satu penyumbang terbesar pendapatan dari sektor pajak,” tambahnya.
Bapenda juga menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang. Tujuannya untuk memperluas edukasi pajak kepada masyarakat.
Media videotron yang tersebar di sejumlah titik strategis kota akan dimanfaatkan sebagai sarana kampanye pajak.
BACA JUGA: Program Pembebasan BPHTB Minim Peminat
BACA JUGA: Target PAD Kota Bontang Tak Tercapai, Ini Sektor yang Menjadi Penghambat
“Kami ingin informasi pajak lebih mudah dilihat dan dipahami masyarakat. Videotron bisa menjadi media efektif untuk mengingatkan pentingnya membayar pajak. Ada juga videotron yang dimiliki oleh Diskominfo,” jelasnya.
Upaya peningkatan PAD juga dilakukan dengan pendekatan langsung ke masyarakat. Bapenda menerapkan strategi jemput bola.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

