David menambahkan, cakupan layanan SPPG 006 akan diperluas secara bertahap. Setelah dua pekan awal operasional, dapur ini akan menambah sasaran ke SD 005, disusul TK ABA, dan lembaga pendidikan lainnya.
BACA JUGA: Perbedaan Jam Istirahat PAUD, SD, dan SMP Jadi Tantangan Distribusi MBG di Balikpapan
BACA JUGA: Baru 3 Dapur MBG yang Beroperasi, Paser Butuh Bantuan Investor untuk Membangun SPPG
“Total maksimal penerima manfaat per dapur nantinya mencapai 3.000 orang. Sesuai ketentuan terbaru BGN, dengan komposisi sekitar 2.500 anak sekolah dan 500 kelompok 3B,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa secara keseluruhan Kota Bontang ditargetkan memiliki 23 SPPG.
Dari jumlah tersebut, tiga SPPG dibangun di atas lahan milik Pemerintah Kota Bontang, sementara sisanya merupakan mitra Badan Gizi Nasional.
“Saya berharap, SPPG 006 Bontang Selatan ini cepat beroperasi. Tujuannya agar pemenuhan gizi anak-anak bisa segera terpenuhi. Tidak hanya anak-anak sekolah, tetapi ibu-ibu hamil dan anak-anak balita yang terindikasi stunting juga dapat pemenuhan gizi,” terangnya.
BACA JUGA: Dapur MBG di Kota Bontang Belum Kantongi Sertifikat Halal dan SLHS
BACA JUGA: Suplai Bahan Baku MBG di Kukar Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menambahkan bahwa masih terdapat 10 SPPG yang belum terealisasi akibat sejumlah kendala perizinan.
“Karena itu, dalam minggu ini saya akan berangkat ke Jakarta untuk menyelesaikan kendala itu. Kendalanya terkait izin. Saya akan berkoordinasi dengan BGN pusat. Saat ini penerima manfaat sudah sangat mendesak. Sehingga, kita juga harus bisa cepat,” ucapnya.
Ia juga menyinggung SPPG di Bontang Lestari yang sebelumnya masuk dalam daftar pembangunan, namun tidak tercantum saat penetapan akhir.
“Itu juga yang akan kita tanyakan ke Jakarta,” tegasnya.