4.300 Pelaku Ekraf Dijanjikan Ruang Tampil di Event Pemkab Kukar
Para pedagang UMKM yang ada di Tenggarong.-Ari Rachiem-Disway Kaltim
KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pariwisata mengatakan pengembangan ekonomi kreatif dengan menjanjikan fasilitasi bagi sekitar 4.300 pelaku ekraf agar dapat terlibat dan mendapatkan ruang promosi dalam berbagai event resmi yang diselenggarakan pemerintah daerah.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kukar, Zikri Umulda, mengatakan bahwa keberadaan event daerah memiliki peran penting dalam mendorong pelaku Ekonomi Kreatif agar terus berkembang dan mampu menampilkan karya maupun produk mereka kepada masyarakat luas.
“Pelaku ekonomi kreatif yang terdata di Kukar kurang lebih sekitar 4.300 orang, dan itu menjadi perhatian kami untuk difasilitasi melalui event-event yang dimiliki Pemkab Kukar,” ujar Zikri Umulda saat ditemui pada Jumat 23 Januari 2026.
Pria yang akrab disapa Kiki ini menjelaskan bahwa fasilitasi tersebut tidak hanya sebatas menyediakan ruang berjualan atau tampil, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antar pelaku ekraf dari berbagai subsektor yang selama ini berjalan secara terpisah.
BACA JUGA:Disbudpar Berau Bidik Promosi Spot Diving Barakuda Maratua Lewat Event Deep and Extreme Indonesia
“Event menjadi ruang yang sangat efektif untuk mempertemukan pelaku ekraf, baik dari sektor kuliner, kriya, fashion, film, maupun subsektor lainnya, sehingga mereka bisa saling bertukar pengalaman dan membangun jaringan,” jelasnya.
Kiki menuturkan bahwa saat ini Dispar Kukar terus mengintensifkan komunikasi dengan berbagai komunitas ekonomi kreatif sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran, termasuk dalam menentukan konsep event yang sesuai dengan kebutuhan pelaku di lapangan.
“Untuk pengembangan ekonomi kreatif, kami memang banyak berdiskusi dengan komunitas, ngobrol langsung dengan mereka, agar kami tahu apa yang mereka butuhkan dan bagaimana event pemerintah bisa benar-benar bermanfaat,” ungkapnya.
Ia menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi kreatif bukanlah pekerjaan yang bisa dilakukan secara instan, karena mencakup banyak aspek dari hulu hingga hilir, mulai dari penguatan kapasitas pelaku, kualitas produk, hingga akses pasar.
BACA JUGA:Rutan Balikpapan Over Kapasitas, 710 Penghuni Dipindahkan ke Lapas
“Intinya bagaimana Dispar Kukar bisa bersinergi dengan pelaku-pelaku ekonomi kreatif yang ada di Kalimantan Timur, khususnya Kukar, dengan memperbanyak ruang komunikasi dan aktivitas bersama melalui event,” tambah Kiki.
Ia juga menilai bahwa event-event yang digelar oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota lain dapat dimanfaatkan sebagai ajang pembelajaran dan perluasan jejaring bagi pelaku ekraf Kukar.
Melalui keikutsertaan dalam event lintas daerah, pelaku ekonomi kreatif dapat melihat pola pengembangan di wilayah lain, sekaligus membandingkan strategi yang bisa diterapkan sesuai dengan karakter Kukar.
“Dengan banyaknya event, kami bisa berkomunikasi dengan teman-teman dari kabupaten dan kota lain, membahas permasalahan yang dihadapi pelaku ekraf dan bagaimana strategi pengembangannya ke depan,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

