Peredaran PSK Kian Tersembunyi, Dinkes Kutim Kesulitan Pantau Penularan HIV/AIDS

Jumat 24-10-2025,12:00 WIB
Reporter : Sakiya Yusri
Editor : Hariadi

KUTAI TIMUR, NOMORSATUKALTIM - Upaya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) dalam menekan penyebaran penyakit menular seksual (PMS), termasuk HIV/AIDS, kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. 

Setelah tempat-tempat hiburan malam resmi ditutup, pergerakan para pekerja seks komersial (PSK) justru makin sulit dilacak.

Plt Kepala Dinkes Kutim, Sumarno mengungkapkan bahwa fenomena ini muncul karena aktivitas PSK tidak serta-merta berhenti dengan ditutupnya lokalisasi. 

Aktivitas PSK kini hanya berpindah lokasi, memilih beroperasi di tempat yang lebih tersembunyi dan sulit dijangkau petugas kesehatan.

BACA JUGA: Tekan Kasus HIV/Aids, Pemerintah Kutim Lakukan Pendekatan Lapangan hingga Penyamaran

BACA JUGA: 42 Kasus HIV/AIDS Terjadi Hingga Oktober, Dinkes Kubar Lakukan Hal Ini Demi Menekan Peningkatan Kasus

“Kutim ini sekarang tersebar, agak susah dipantau. Karena yang legal kan ditutup. Akhirnya pindah di remang-remang, di hotel. Seperti itu yang kadang-kadang kita kesusahan,” ujarnya, Kamis, 23 Oktober 2025.

Perubahan pola tersebut membuat Dinkes dan petugas di lapangan bekerja ekstra keras. Pemantauan yang dulunya terpusat di beberapa titik kini harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih hati-hati, bahkan kadang melibatkan jaringan informal agar bisa menjangkau kelompok berisiko.

Padahal, selama ini Dinkes bersama puskesmas dan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) secara rutin melakukan pemeriksaan serta penyuluhan di seluruh kecamatan. Namun, berpindahnya lokasi aktivitas PSK ke tempat tertutup membuat upaya tersebut tidak lagi semudah dulu.

“Kalau dulu kan mereka terpantau di satu lokasi, tinggal datang, periksa, dan kasih penyuluhan. Sekarang harus dicari dulu, kadang tidak mau terbuka,” kata Sumarno.

BACA JUGA: Heboh! Beredar Kabar Hoaks Sejumlah Kedai di Tanah Grogot Tutup karena Owner Positif HIV

BACA JUGA: Kasus HIV Tertinggi Kedua di Kaltim, Balikpapan Gandeng Tokoh Agama untuk Tekan Penularan

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru. Dinkes Kutim menilai, tanpa pengawasan ketat, potensi penyebaran HIV bisa meningkat, terutama di kalangan PSK dan pelanggan mereka. 

Apalagi masih banyak yang belum memiliki kesadaran penuh tentang pentingnya pemeriksaan dan pengobatan rutin.

Meski begitu, Sumarno menegaskan bahwa Dinkes tidak tinggal diam. Pemeriksaan sukarela tetap digelar dengan pendekatan persuasif. Petugas kesehatan mendatangi lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat praktik PSK dan memberikan edukasi sebelum pemeriksaan dilakukan.

Kategori :