Peredaran PSK Kian Tersembunyi, Dinkes Kutim Kesulitan Pantau Penularan HIV/AIDS

Jumat 24-10-2025,12:00 WIB
Reporter : Sakiya Yusri
Editor : Hariadi

“Dari kesadaran mereka kalau mau periksa. Tapi dikasih penyuluhan dulu, kemudian dilakukan pendampingan kalau misalnya positif,” ujarnya menambahkan.

BACA JUGA: Kasus HIV di Samarinda Naik, Ini yang Akan Dilakukan Dinkes Samarinda

BACA JUGA: Terdeteksi 74 Kasus Pengidap HIV/AIDS Terjadi di Kutim, DPPKB Waspadai Penyebaran kepada Anak

Data Dinkes Kutim mencatat, hingga Oktober 2025, lebih dari seratus PSK di Kutim terdeteksi positif penyakit menular seksual, baik kasus lama maupun temuan baru. Sebagian dari mereka juga dinyatakan positif HIV dan kini menjalani pendampingan pengobatan secara rutin.

Pun demikian, Sumarno mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif terhadap para penderita HIV. Menurutnya, mereka juga berhak mendapat dukungan agar bisa menjalani hidup sehat dan tetap produktif.

“Orang dengan HIV bisa hidup sehat asal minum obat secara teratur. Banyak juga di antara mereka yang sekarang ikut membantu kami jadi penyuluh,” tuturnya.

Berdasarkan data KPAD Kutim per Agustus 2025, kasus HIV di daerah ini masih didominasi oleh laki-laki, mencapai 65 persen. Sementara perempuan menyumbang 35 persen. 

BACA JUGA: RSA dr. Lie Dharmawan Siap Layani Wilayah Terpencil Kutai Timur, Dinkes Matangkan Persiapan

BACA JUGA: IDI Kutim dan PERKI Edukasi Pelajar Jadi ‘Life Saver’, Tekankan Pentingnya Bantuan Hidup Dasar di Sekolah

Kelompok pasangan berisiko tinggi menempati porsi terbesar dengan 47 persen, disusul lelaki seks dengan lelaki (LSL) sebesar 24 persen, pelanggan wanita pekerja seks langsung (WPSL) 16 persen, dan wanita pekerja seks langsung 5 persen.

Kategori :