Minat dan Kesiapan Jadi Penyebab Rendahnya Serapan Tenaga Kerja Lokal di Kutim
Plt Kepala Disnakertrans Kutim, Trisno-Sakiya Yusri/Nomorsatukaltim-
KUTIM, NOMORSATUKALTIM - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur, Trisno menegaskan, rendahnya serapan tenaga kerja lokal di sejumlah perusahaan tidak bisa serta-merta disimpulkan sebagai lemahnya komitmen perusahaan maupun pemerintah daerah.
Menurutnya, persoalan utama justru terletak pada minat dan kesiapan masyarakat terhadap jenis pekerjaan yang tersedia di lapangan.
Trisno menjelaskan, sejumlah perusahaan, khususnya di sektor perkebunan dan industri padat karya, pada prinsipnya telah membuka ruang seluas-luasnya bagi tenaga kerja lokal.
Namun dalam praktiknya, proses rekrutmen tersebut kerap tidak berjalan optimal karena minimnya jumlah pelamar dari masyarakat sekitar.
BACA JUGA: Bankeu Kutim Dipangkas Rp33,38 Miliar, Imbas Kebijakan Fiskal Nasional
BACA JUGA: Investasi di Kaltim Capai Rp70,43 Triliun, Puluhan Ribu Tenaga Kerja Terserap
“Buktinya ada proses rekrutmen. Perusahaan sudah membuka lowongan kerja di pasar tenaga kerja lokal, tetapi yang mendaftar tidak banyak,” kata Trisno, Senin, 2 Fabruari 2026.
Ia menyebutkan, perusahaan baru mengajukan permohonan untuk merekrut tenaga kerja dari luar daerah setelah kebutuhan tenaga kerja lokal tidak terpenuhi.
Kondisi ini, kata dia, perlu dipahami secara objektif agar tidak menimbulkan persepsi keliru seolah-olah pemerintah daerah abai dalam memprioritaskan tenaga kerja lokal.
“Ini bukan hanya terjadi di satu perusahaan saja. Ada beberapa perusahaan lain yang menghadapi persoalan serupa,” jelasnya.
BACA JUGA: ASN Kutim Wajib Absensi Empat Kali Dalam Sehari, Pemkab Fokus Benahi Sistem e-Kinerja
BACA JUGA: Bupati Kutim Soroti Manipulasi Status Tenaga Kerja, Tegaskan Hak BPJS Sejak Hari Pertama
Menurut Trisno, ketersediaan lapangan kerja di Kutai Timur sejatinya masih cukup terbuka. Namun, tidak semua jenis pekerjaan diminati oleh masyarakat lokal karena dianggap tidak sesuai dengan passion, latar belakang pendidikan, maupun ekspektasi penghasilan.
Ia juga menepis anggapan bahwa Kutai Timur mengalami kekurangan lapangan pekerjaan. Justru sebaliknya, daerah ini memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja, khususnya di sektor perkebunan, pertambangan, dan jasa penunjang industri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
