Bankaltimtara

BPS Ungkap Penyebab Ekonomi Kutim Melambat di 2025, Tambang Minus 0,99 Persen

BPS Ungkap Penyebab Ekonomi Kutim Melambat di 2025, Tambang Minus 0,99 Persen

Kepala BPS Kutim, Widiyantono-Sakiya Yusri/Nomorsatukaltim-

KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada 2025 tercatat mengalami perlambatan cukup signifikan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kutim menunjukkan laju ekonomi daerah hanya tumbuh sekitar 1,05 persen, jauh menurun dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai 9,82 persen.

Kondisi ini dipicu oleh kinerja sektor pertambangan yang mengalami kontraksi hingga minus 0,99 persen, padahal sektor tersebut memiliki kontribusi terbesar dalam struktur ekonomi daerah.

Kepala BPS Kutim, Widiyantono, menjelaskan secara keseluruhan perekonomian daerah sebenarnya masih menunjukkan pertumbuhan.

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Kutim Anjlok ke 1 Persen, DPRD Soroti APBD dan Produksi Tambang

BACA JUGA: Ekonomi Kutai Timur Turun Drastis ke 1,3 Persen, Bupati Pertanyakan Validitas Data

Namun laju pertumbuhannya tidak sekuat tahun sebelumnya karena sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi mengalami penurunan.

“Secara agregat ekonomi Kutai Timur masih tumbuh, tetapi memang melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor utamanya karena sektor pertambangan mengalami pertumbuhan negatif sekitar minus 0,99 persen,” ujarnya.

Ia menerangkan, sektor pertambangan memiliki porsi yang sangat dominan dalam struktur produk domestik regional bruto (PDRB) Kutai Timur. Kontribusinya bahkan mencapai sekitar 70 persen terhadap total aktivitas ekonomi daerah.

Dengan komposisi yang sangat besar tersebut, setiap perubahan pada sektor tambang akan berdampak langsung terhadap kinerja ekonomi secara keseluruhan.

BACA JUGA: Kutim Deflasi 0,22 Persen, Pemkab Tetap Siapkan Pasar Murah

BACA JUGA: TKD Menurun, Bupati Ardiansyah Minta Bank Daerah Bantu Perkuat Perekonomian Lokal

“Walaupun penurunannya tidak sampai satu persen, tetapi karena share sektor pertambangan sangat besar, dampaknya cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Di tengah perlambatan tersebut, beberapa sektor di luar pertambangan justru menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: