Suspek Campak di Samarinda Bertambah Jadi 72 Kasus, Dinkes: Belum Ditetapkan KLB
Ilustrasi pemeriksaan sampel antibodi campak.-freepik-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat peningkatan jumlah kasus suspek campak dalam beberapa hari terakhir.
Dari sebelumnya tercatat 62 kasus, kini bertambah menjadi 72 orang yang masuk kategori suspek.
Kendati demikian, pemerintah memastikan kondisi tersebut belum dapat dipastikan sebagai kasus campak terkonfirmasi karena seluruh sampel masih menjalani pemeriksaan di laboratorium rujukan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih mengatakan, kasus suspek merupakan laporan dugaan medis terhadap pasien yang menunjukkan gejala mengarah pada campak.
BACA JUGA: 200 Suspek Campak Ditemukan di Balikpapan, Kasus Tersebar di Semua Kecamatan
BACA JUGA: 105 Suspek Campak Ditemukan di Kukar, Samboja Paling Banyak
“Suspek itu dicurigai campak dan belum divaksin. Mayoritas yang terlapor memang belum pernah mendapatkan imunisasi campak,” ucap Ismed, Minggu, 15 Maret 2026.
Menurut dia, status suspek berarti kasus tersebut masih dalam tahap dugaan sehingga perlu dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium sebelum dinyatakan positif.
“Namun ini masih dugaan, sehingga kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah benar positif campak atau tidak,” jelasnya.
Seiring dengan meningkatnya jumlah suspek tersebut, Dinkes Samarinda memperkuat langkah pencegahan melalui program imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak.
BACA JUGA: Pentingnya Imunisasi Campak, Kemenkes: Pemberian Vaksin Dilakukan 3 Kali untuk Cegah Komplikasi
BACA JUGA: Rendahnya Imunisasi Bikin Kasus Campak Masih Muncul di Kaltim, Balikpapan Tertinggi dengan 53 Kasus
Langkah tersebut dilakukan agar kelompok anak yang belum diimunisasi dapat segera memperoleh perlindungan terhadap penyakit tersebut.
“Maka kami melakukan program imunisasi kejar agar anak-anak yang belum divaksin dapat segera memperoleh perlindungan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
