Bankaltimtara

Program MBG Mulai Masuk Radar Pemicu Inflasi di Balikpapan, Ini yang Dilakukan TIPD

Program MBG Mulai Masuk Radar Pemicu Inflasi di Balikpapan, Ini yang Dilakukan TIPD

Kepala BI Balikpapan, Robi Ariadi saat diwawancara langsung.-Salsabila/Disway Kaltim-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlahan mulai memengaruhi peta kebutuhan pangan di Balikpapan.

Program yang ditujukan untuk pemenuhan gizi masyarakat itu kini ikut diperhitungkan dalam kalkulasi pengendalian inflasi daerah.

Bukan tanpa alasan. Skala kebutuhan bahan pangan untuk mendukung operasional dapur MBG dinilai cukup besar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi mengungkapkan, setiap dapur MBG diperkirakan melayani sekitar 3.000 penerima manfaat. Sementara di Balikpapan direncanakan terdapat sekitar 65 dapur.

Jika seluruh dapur tersebut beroperasi penuh, maka kebutuhan beras, telur, ayam, hingga sayur-mayur akan meningkat dalam jumlah signifikan.

"Kalau satu dapur melayani sekitar 3.000 orang, tentu kebutuhan bahan pangan seperti beras, telur, ayam, dan lainnya akan cukup besar," ujar Robi saat diwawancara belum lama ini.

BACA JUGA:BI Balikpapan Targetkan 80 Juta Transaksi QRIS di 2026 dan Tanpa Ada Biaya Tambahan

Lonjakan kebutuhan tersebut membuat program MBG mulai diperhitungkan dalam dinamika inflasi daerah.

Permintaan pangan dalam jumlah besar berpotensi memberi tekanan terhadap harga apabila pasokan tidak diatur dengan baik.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah bersama Bank Indonesia menyiapkan langkah antisipasi sejak awal.

Salah satunya dengan memastikan kebutuhan bahan pangan dapur MBG tidak mengambil pasokan dari pasar tradisional.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga di tingkat masyarakat.

Apabila kebutuhan program pemerintah menyerap pasokan pasar, dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan harga komoditas pangan.

"Diharapkan kebutuhan MBG tidak mengambil barang dari pasar tradisional karena bisa memengaruhi harga," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: