Bankaltimtara

Ekonomi Kutai Timur Turun Drastis ke 1,3 Persen, Bupati Pertanyakan Validitas Data

Ekonomi Kutai Timur Turun Drastis ke 1,3 Persen, Bupati Pertanyakan Validitas Data

Bupati Kutim Ardiansyah (di tengah) melakukan rapat mengenai pertumbuhan ekonomi Kabupaten (Kutim) di Kantor Diskominfo.-Sakiya Yusri/Nomorsatukaltim-

KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengalami perlambatan signifikan sepanjang tahun 2025.

Penurunan yang sangat tajam dibandingkan capaian tahun sebelumnya tersebut memunculkan tanda tanya besar di kalangan pemerintah daerah.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menilai angka yang dirilis perlu ditelaah kembali guna memastikan kesesuaian antara data statistik dan kondisi riil perekonomian daerah.

Pertumbuhan ekonomi kita tercatat anjlok, dari tahun 2024 diangka 9,8 persen menjadi 1,3 persen di tahun 2025,” ungkap Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, Senin 9 Maret 2026.

BACA JUGA: Pemekaran 11 Desa di Kutai Timur Masuk Tahap Final di Kemendagri

BACA JUGA: Dukung Hadirnya Perum Bulog di Kutim, DPRD Siap Bantu Fasilitasi Asal Ada Kejelasan Hal Ini

Menurut Ardiansyah, selisih penurunan yang terlampau jauh tersebut menimbulkan kebingungan. Ia menilai kondisi ekonomi daerah tidak sepenuhnya mencerminkan kontraksi sedalam angka yang dipublikasikan, sehingga diperlukan penelusuran lebih lanjut terhadap metode perhitungan maupun validitas data yang digunakan.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Ardiansyah meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Langkah korektif dinilai penting agar pemerintah daerah tidak keliru dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antarorganisasi perangkat daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi Kutim.

BACA JUGA: TKD Menurun, Bupati Ardiansyah Minta Bank Daerah Bantu Perkuat Perekonomian Lokal

BACA JUGA: APBD Efektif Kutai Timur Tinggal Rp4,6 Triliun, TPP ASN Dipangkas Hingga 65 Persen

Koordinasi lintas sektor dianggap menjadi kunci untuk mengembalikan tren pertumbuhan yang melemah dalam satu tahun terakhir.

Ardiansyah juga menilai respons terhadap perlambatan ekonomi tidak bisa dilakukan secara terburu-buru tanpa dasar kajian komprehensif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait