Ekonomi Kutai Timur Turun Drastis ke 1,3 Persen, Bupati Pertanyakan Validitas Data
Bupati Kutim Ardiansyah (di tengah) melakukan rapat mengenai pertumbuhan ekonomi Kabupaten (Kutim) di Kantor Diskominfo.-Sakiya Yusri/Nomorsatukaltim-
Karena itu, pendekatan akademis berbasis data faktual dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
“Nanti kami akan libatkan akademisi untuk menentukan langkah yang harus diambil. Karena dari data yang ada, kontribusi pendapatan daerah masih aman, tapi kok menurun,” ujarnya.
BACA JUGA: Mahyunadi Minta Perusahaan Tambang Serius Jalankan PPM: Jangan Hanya di Atas Kertas
BACA JUGA: Anggaran Pengawasan Bapokting Hilang, Disperindag Kutim Tak Bisa Pantau Lonjakan Harga
Secara struktur ekonomi makro, Kutai Timur hingga kini masih bergantung pada sektor pertambangan sebagai penopang utama.
Selain itu, industri pengolahan serta sektor pertanian dan perkebunan turut memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi daerah.
Namun, ketergantungan terhadap sektor tertentu dinilai menyimpan risiko jangka panjang. Ketika terjadi perlambatan produksi maupun gejolak harga komoditas, kondisi tersebut dapat berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur karena itu mulai mendorong diversifikasi sumber pertumbuhan baru. Pengembangan sektor alternatif dinilai penting agar struktur ekonomi lebih merata, tangguh, serta tidak mudah terpengaruh fluktuasi sektor primer.
BACA JUGA: Tak Mau Desa Terus Disorot Negatif, Ketua Apdesi Kutim Gaungkan Transparansi
BACA JUGA: Sangatta Utara Hingga Kini Belum Seluruhnya Terlayani Listrik dan Air Bersih
Di sisi lain, Ardiansyah juga menyoroti kondisi inflasi daerah yang dinilai masih relatif terkendali.
Meski demikian, ia mengaku heran karena stabilitas harga tidak berbanding lurus dengan capaian pertumbuhan ekonomi.
“Inflasi Kutim cukup bagus. Harga dan stok barang masih terpantau dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Kutim Suriansyah memaparkan bahwa tingkat inflasi bulanan daerah berada pada angka minus.
Kondisi tersebut menunjukkan kestabilan harga serta ketersediaan pasokan kebutuhan masyarakat. “Dari pantauan kami, di Kutai Timur stok barang masih aman tersedia dan daya beli masyarakat juga masih tetap bagus,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
