Bankaltimtara

BBM Langka di Long Apari Bukan Karena Kuota, Ini Penjelasan Pengelola APMS

BBM Langka di Long Apari Bukan Karena Kuota, Ini Penjelasan Pengelola APMS

Kondisi APMS di Kecamatan Long Apari, Mahakam Ulu. -(Foto/ Istimewa)-

MAHULU, NOMORSATUKALTIM — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang kerap terjadi di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), dipastikan bukan disebabkan oleh keterbatasan kuota. 

Pengelola Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) Long Apari menegaskan, persoalan utama terletak pada hambatan distribusi akibat kondisi alam, terutama saat musim kemarau.

Penjelasan tersebut disampaikan pengelola APMS Long Apari, Ahmad, usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Mahulu di Kantor DPRD Mahulu, Senin 2 Februari 2026.

“Kelangkaan BBM di Kecamatan Long Apari selama ini sebenarnya murni karena kondisi alam aja, karena kemarau aja permasalahannya,” ujar Ahmad.

BACA JUGA: Harga Eceran Tak Masuk Akal, Pemkab Mahulu akan Buat Aturan HET BBM di Tingkat Pengecer

BACA JUGA: Dishub Kaltim Janjikan BBM Subsidi Segera Tersedia untuk Kapal Rute Kubar dan Mahulu

Hingga kini, distribusi BBM dan kebutuhan pokok ke Kecamatan Long Apari masih sepenuhnya bergantung pada jalur Sungai Mahakam. Kondisi ini membuat kelancaran pasokan sangat ditentukan oleh debit air sungai.

Saat permukaan air Sungai Mahakam berada pada kondisi normal, distribusi BBM dapat berjalan lancar. Sebaliknya, ketika kemarau menyebabkan air sungai surut, pengiriman BBM ke wilayah paling hulu Mahulu tersebut menjadi terhambat.

“Kalau air sungai Mahakam normal biasanya aman, tidak ada kelangkaan BBM di sana,” katanya.

Dalam kondisi pasokan terbatas, pengelola APMS terpaksa menerapkan sistem pembatasan pembelian BBM bagi masyarakat. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah stok habis lebih cepat serta mengantisipasi praktik penimbunan.

BACA JUGA: 2 Pekan Tak Berlayar karena BBM Langka, Nakhoda Kapal Rute Mahulu dan Kubar: Dulu tak Pernah Begini

BACA JUGA: Terkendala Administrasi, Pasokan BBM Kapal yang Beroperasi di Alur Sungai Mahakam Tersendat

“Karena kalau kami lepas gitu aja, stok kita pasti habis sementara distribusi agak lambat, kemudian takutnya ada penimbunan BBM di masyarakat dan di jual dengan harga mahal.

Makanya kita lakukan pembatasan agar tidak terjadi kehabisan,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: