Beredar Spanduk di Pinggir Jalan Kritik Kendaraan Tambang Renggut Nyawa Warga
Beberapa spanduk protes warga terpasang di jalan Sangatta.-Sakiya/Disway Kaltim-
KUTIM, NOMORSATUKALTIM - Aksi protes terhadap aktivitas kendaraan tambang kembali mencuat di Kutim.
Sebuah spanduk berisi protes terhadap truk dan bus tambang terpasang di pinggir jalan umum di Sangatta.
Dalam spanduk tersebut tertulis pesan protes yang menyatakan bahwa nyawa manusia seolah dikorbankan demi kepentingan bisnis tambang.
Warga menilai aktivitas kendaraan berat yang melintas di jalan umum telah membahayakan pengguna jalan lain, terutama masyarakat sekitar.
Selain itu spanduk juga menyindir lemahnya pengawasan pemerintah daerah terhadap perusahaan tambang.
BACA JUGA:Bankeu Kutim Dipangkas Rp33,38 Miliar, Imbas Kebijakan Fiskal Nasional
Kalimat “lalai pemda bungkam” menjadi penegasan kekecewaan terhadap pihak berwenang yang dinilai belum bertindak tegas.
Ketua G20 Mei Kabupaten Kutai Timur, Erwin Febrian syuhada menilai, berulangnya kecelakaan fatal ini merupakan alarm keras atas kelalaian dalam pengelolaan aktivitas kendaraan perusahaan.
G20 sendiri merupakan organisasi nirlaba yang bergerak mengkritisi kebijakan publik dan lingkungan.
Jalan umum yang seharusnya menjadi ruang hidup aman bagi warga, anak-anak, dan pengguna sepeda motor justru berubah menjadi jalur industri berisiko tinggi.
“Ketika korban terus berjatuhan dan sebagian besar berasal dari kelompok rentan, itu menandakan keselamatan publik tidak menjadi prioritas. Pembangunan dan aktivitas ekonomi tidak boleh dibayar dengan nyawa masyarakat,” jelasnya,Senin (2/02/2026).
Dalam beberapa tahun terakhir, rangkaian kecelakaan maut dengan pola serupa terus terjadi.
Seluruh insiden melibatkan bus atau kendaraan operasional perusahaan yang melintas di ruas jalan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi masyarakat umum.
Tragedi pertama tercatat pada 10 April 2025. Seorang anak berusia 12 tahun berinisial H, anak dari petugas UPT Kebersihan Sangatta, meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan perusahaan di Simpang Tikungan Sahara, Sangatta Utara.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

