8 Konsumen Adukan BBM Bermasalah ke BPSK Samarinda, Sidang Belum Hasilkan Kesepakatan

Rabu 16-04-2025,12:00 WIB
Reporter : Salsabila
Editor : Hariadi

Salah satu pengadu, Dyah Lestari, menyampaikan adanya pertemuan hari ini belum menghasilkan kesepakatan. 

BACA JUGA: Komisi II DPRD Kaltim Desak Pertamina Buka Mata dan Bertindak Terkait BBM Bermasalah

BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga Klaim Prosedur Pengawasan Kualitas BBM Sudah Ketat, Siap Diaudit Jika Diperlukan

"Kami hanya diberitahu akan dihubungi satu per satu karena kerugian setiap orang berbeda. Tapi belum ada kejelasan bentuk pendekatannya seperti apa," ungkapnya saat diwawancara terpisah.

Dyah juga mengatakan bahwa Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Taman Keadilan, tempatnya bernaung, tetap akan memperjuangkan hak-hak konsumen lainnya yang tidak terakomodasi BPSK.

Ia mengungkapkan, banyak warga yang mengalami kerugian serupa, termasuk anggota Tim Reaksi Cepat (TRC). 

Keluhan konsumen umumnya berkisar pada kendaraan yang mati mendadak, brebet, atau tersendat setelah mengisi BBM di SPBU. 

BACA JUGA: Andi Harun Tolak Sidak BBM Diduga Bikin Brebet: Saya Tidak Mau Menambah Daftar Kegaduhan

BACA JUGA: PMII Demo Kantor Pertamina Samarinda Terkait Dugaan BBM Oplosan, Pemilik Kendaraan Pertanyakan Ganti Rugi

Mereka menyatakan kekhawatiran atas keamanan produk dan menuntut ganti rugi atas kerusakan kendaraan. 

Konsumen juga mengaku sudah melapor ke SPBU dan call center 135 Pertamina, namun belum mendapat jawaban memuaskan.

Sementara itu, perwakilan SPBU di Samarinda, Andri, menerangkan pihaknya telah melakukan pengecekan sesuai prosedur, termasuk pengujian visual, massa jenis, dan kandungan air menggunakan hydrometer serta termometer. 

"Hasil pengecekan menunjukkan BBM yang kami edarkan layak pakai," imbuhnya.

BACA JUGA: Uji Lab BBM Pertamina Masih Temui Kendala, Anggota DPRD Kaltim Minta Bantuan Warganet

BACA JUGA: Pemprov Kaltim Akan Panggil Pertamina, Bahas Dugaan BBM Bermasalah

Dari pihak Pertamina Patra Niaga, Danni Aji membeberkan bahwa Pertamina telah menerima 23 laporan keluhan dari Kalimantan Timur yang masuk melalui call center 135. 

Kategori :