Bankaltimtara

Kuota BBM Subsidi dan Elpiji di PPU Tahun 2026 Tak Bertambah

Kuota BBM Subsidi dan Elpiji di PPU Tahun 2026 Tak Bertambah

Kuota BBM subsidi di Penajam Paser Utara tahun ini tidak bertambah.-Awal/Nomorsatukaltim-

PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) memberikan gambaran mengenai ketersediaan energi untuk 2026.

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) PPU, Sodikin mengungkapkan, bahwa alokasi kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan elpiji 3 kilogram pada tahun 2026 diprediksi masih akan berada di angka yang sama dengan tahun sebelumnya.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi mengenai proyeksi tahun 2026 dan evaluasi tahun 2025, Sodikin menyebut belum ada perubahan signifikan pada jumlah kuota yang diberikan oleh Pertamina.

"Masih sama seperti kemarin. Jadi belum ada perubahan, kuotanya masih sekitar itu untuk 2026 berdasarkan hasil rapat 2025," ucapnya, Senin 23 Februari 2026.

BACA JUGA: Persiapan Jelang Ramadan, Pemkab PPU Siapkan Operasi Pasar dan Jamin Stok Pangan Aman

BACA JUGA: Menilik Akar Permasalahan Siswa SDN 038 Penajam Belajar di Perpustakaan Bersekat

Meskipun tak terjadi kenaikan kuota pada 2026 ini dengan 2025 lalu, Pemkab PPU kini lebih memfokuskan perhatian pada kelancaran distribusi di lapangan.

Hal ini menjadi krusial mengingat adanya peningkatan kebutuhan masyarakat saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Adapun rincian kuota tahunan yang menjadi acuan untuk Kabupaten PPU, yakni Pertalite volume 33.188 kiloliter (33.188.000 liter), solar subsidi9.397 kiloliter (9.397.000 liter), dan elpiji 3 kilogram 5.443,3 metrik ton.

Sodikin mengakui bahwa tantangan utama tetap berada pada pengaturan ritme konsumsi masyarakat.

BACA JUGA: Populasi Penduduk PPU 203.661 Jiwa di 2025, 41 Ribu Jiwa Berpotensi Lepas ke IKN

BACA JUGA: Februari 2026 Ini, Pemkab PPU Bayar Utang ADD Tahun 2025 Sebesar Rp19,4 Miliar

Berdasarkan koordinasi dengan pihak Pertamina, jatah BBM subsidi tahun berjalan diproyeksikan akan menipis atau habis pada bulan November jika tidak dikelola dengan ketat.

"Harapan kita pada 2026 untuk BBM itu lancar-lancar saja. Tentu jika distribusi kepada masyarakat aman, maka kebutuhan sehari-hari maupun persiapan hari besar keagamaan tidak akan terganggu," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: