Anyaman Seraung di Long Bagun Jadi Produk Unggulan dan Sumber Ekonomi Warga
Seraung merupakan penutup kepala tradisional masyarakat Dayak yang lazim digunakan saat berkebun dan beraktivitas di luar ruangan. -(Disway Kaltim/ Iswanto)-
MAHULU, NOMORSATUKALTIM - Kerajinan anyaman seraung di Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi produk unggulan yang menopang ekonomi warga.
Di sejumlah kampung, perajin seraung tersebar dengan jumlah yang bervariasi.
Salah satu sentra yang cukup aktif berada di Kampung Rukun Damai, selain kampung lain seperti Batu Majang.
Di kampung ini, produksi seraung menjadi kerajinan paling dominan yang dikerjakan masyarakat.
BACA JUGA: Batik GAHARU, Olah Kreativitas Warga Binaan dari Balik Jeruji Rutan Tanjung Redeb
BACA JUGA: Pemkab Bidik Pengembangan Ekonomi Kreatif, Salah Satunya Batik Khas Mahulu
Petinggi Kampung Rukun Damai, Simson, mengatakan seraung hasil anyaman warga telah dipasarkan hingga luar daerah. Bahkan, dalam momen tertentu, permintaan datang dalam jumlah besar.
“Seraung di kampung kami ini sudah banyak yang pesan, bahkan pernah dipesan dalam jumlah ribuan, untuk tari kolosal di Barong dan mendapat rekor Muri di Kubar," ujarnya, Selasa, 24 Februari 2026.
Seraung merupakan penutup kepala tradisional masyarakat Dayak yang lazim digunakan saat berkebun dan beraktivitas di luar ruangan.
Fungsinya melindungi kepala dari panas matahari dan hujan.
BACA JUGA: Kolaborasi Budaya Melalui Batik Solo dan Kalimantan: Merajut Nusantara dalam Sebuah Kain
BACA JUGA: Pengrajin Batik Mahulu Hadapi Kendala Promosi dan Tempat, PKK Dorong Ketekunan dan Sinergi
Bahan bakunya berasal dari daun alami yang tumbuh di sekitar kampung, dengan karakter panjang, beruas, dan melebar di bagian ujung sehingga efektif menahan air.
Selain fungsi praktis, seraung juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Dayak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
