Operasional 3 IPA Samarinda Dikurangi, Palaran hingga Pulau Atas Terdampak Krisis Air
Operasional 3 IPA Samarinda dikurangi, distribusi air bersih terganggu.-DOK/Nomorsatukaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Perumda Tirta Kencana Samarinda mengurangi jam operasional 3 Instalasi Pengolahan Air (IPA), yakni IPA Pulau Atas, IPA Palaran, dan IPA Kalhol, akibat meningkatnya kadar salinitas sumber air baku di tengah kondisi kemarau dan fenomena El Nino.
Dilansir dari akun Instagram resmi Perumda Tirta Kencana, kondisi tersebut dipicu intrusi air laut yang meningkatkan kadar garam pada sumber air baku.
Dampaknya, produksi dan distribusi air bersih kepada pelanggan di sejumlah wilayah Samarinda harus disesuaikan selama kondisi tersebut berlangsung.
Pelanggan yang wilayahnya masih mendapatkan aliran air diminta segera menampung air untuk memenuhi kebutuhan selama distribusi mengalami penyesuaian.
Perumda Tirta Kencana juga mengimbau pelanggan untuk menggunakan air secara hemat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan rumah tangga selama kondisi kemarau masih berlangsung.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan atas pelayanan kami. Terima kasih atas pengertian dan kerja sama pelanggan,”tulisnya pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Pengurangan operasional IPA Pulau Atas berdampak pada sejumlah kawasan di sekitar Kelurahan Pulau Atas dan jalur Samarinda-Anggana.
Beberapa wilayah yang masuk area pelayanan instalasi tersebut meliputi Jalan Telkom, Jalan Olah Bebaya, Jalan Menang, Jalan Sekolahan, dan Jalan Tatako.
BACA JUGA: Cuaca Panas Melanda Samarinda, Dinkes Ingatkan Bahaya Heat Stroke
Selain itu, pelayanan juga mencakup Jalan Masaji, Jalan Sultan Sulaiman, Jalan Pelita 5, Jalan Pelabuhan, Jalan Poros Samarinda-Anggana, Jalan Marga Bakti, serta Jalan Tri Darma.
Sejumlah kawasan permukiman juga berada dalam cakupan pelayanan IPA Pulau Atas, seperti Perum Cipta Persada, Jalan Provinsi, Jalan Kenangan dan wilayah di sekitarnya.
Pelanggan yang masih mendapatkan aliran air di kawasan tersebut diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengisi tempat penampungan air.
Persediaan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar ketika aliran kembali berkurang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
