Bankaltimtara

Kemarau Panjang Hambat Distribusi BBM ke Mahulu, SPBU Batasi Pembelian

Kemarau Panjang Hambat Distribusi BBM ke Mahulu, SPBU Batasi Pembelian

Antrean pengisian BBM di SPBU Ujoh Bilang, Mahulu.-(Disway Kaltim/ Teodorus Usman Wanto)-

MAHULU, NOMORSATUKALTIM - Musim kemarau panjang yang melanda Kalimantan Timur (Kaltim) selama hampir 2 bulan ini turut menghambat distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Mahakam Ulu (Mahulu), menyusul surutnya debit air Sungai Mahakam. 

Untuk mencegah terjadinya kelangkaan, penjualan BBM jenis pertalite di SPBU Ujoh Bilang terpaksa dibatasi.

Untuk kendaraan roda empat, pembelian Pertalite dibatasi maksimal Rp300 Ribu per kendaraan. Sementara kendaraan roda dua hanya diperbolehkan membeli Pertalite maksimal Rp100 Ribu dalam sekali pengisian.

Kapolsek Long Bagun, Ipda Rudi Hardianto mengatakan distribusi BBM menuju Mahulu saat ini harus melalui beberapa tahapan akibat kondisi Sungai Mahakam yang mengalami pendangkalan. ‎

BACA JUGA: Kabupaten Berau Masih Krisis BBM, Antrean Pembeli Mengular Sejak Pagi

BACA JUGA: Harga BBM Pertamina di Kaltim Naik 1 September 2026, Pertamax Turbo Tembus Rp20 Ribu

“Kapal pengangkut BBM menuju Mahakam Ulu hanya sampai di Bohoq, Kecamatan Melak. Setelah itu, pengangkutannya dilakukan secara bertahap melalui jalur darat,” kata Rudi, Rabu (2/9/2026).

Pengiriman melalui jalur darat saat ini dilakukan dengan kapasitas sekitar 5.000 liter BBM setiap hari. Pola distribusi tersebut disesuaikan dengan kondisi jalur transportasi dan kemampuan angkutan untuk membawa BBM menuju Mahulu.

“Penjualan dibatasi untuk semua jenis kendaraan, agar dapat terbagi merata untuk masyarakat setempat. Hal ini dilakukan karena distribusi BBM terkendala pendangkalan Sungai Mahakam,” ujarnya.

Keterbatasan kapasitas pengiriman, kata Rudi, membuat stok BBM di SPBU Ujoh Bilang harus dikelola secara hati-hati. 

BACA JUGA: Ketua DPRD Mahulu Minta Penerapan Sistem SIAP Dievaluasi

BACA JUGA: DPRD Mahulu Minta Pemerintah Daerah Serius Lestarikan Budaya Lokal

Pembatasan pembelian menjadi salah satu langkah untuk menjaga pasokan yang tersedia agar tidak cepat habis sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat lainnya untuk mendapatkan BBM.

Kondisi tersebut rutin terjadi ketika kemarau. Jalur sungai yang selama ini menjadi akses andalan utama tidak lagi dapat dilalui kapal pengangkut BBM, karena debit Sungai Mahakam menurun.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: